Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Jangan Simpan Minyak Goreng di Samping Kompor, Ini Alasannya!

Agustina Wulandari , Jurnalis-Selasa, 15 September 2026 |13:05 WIB
Jangan Simpan Minyak Goreng di Samping Kompor, Ini Alasannya!
Ilustrasi minyak goreng di samping kompor. (Foto: dok Magnific/jcomp)
A
A
A

JAKARTA - Bagi sebagian orang, menyimpan minyak goreng di dekat kompor terasa paling praktis. Saat mau menggoreng atau menumis, tinggal ambil botol tanpa perlu berjalan ke lemari dapur.

Namun, kebiasaan ini ternyata bisa membuat kualitas minyak goreng lebih cepat menurun. Melansir The Times of India, minyak bisa rusak karena paparan panas, cahaya, dan oksigen secara terus-menerus yang mempercepat proses oksidasi pada minyak. 

Alasan Minyak Goreng Jangan Disimpan Dekat Kompor

Minyak memang digunakan untuk memasak dalam suhu tinggi. Meski begitu, bukan berarti minyak akan tetap baik jika terus-menerus disimpan di tempat yang panas.

Area di sekitar kompor bisa mengalami peningkatan suhu setiap kali kompor atau oven digunakan. Paparan panas yang berulang dapat mempercepat oksidasi, yaitu proses ketika lemak dalam minyak bereaksi dengan oksigen.

Seiring waktu, proses tersebut bisa membuat minyak mengalami perubahan rasa dan aroma. Minyak juga bisa kehilangan sebagian kualitas yang diinginkan. 

Jadi, meski botol minyak tak terkena api atau panas secara langsung, kebiasaan menyimpannya tepat di samping kompor tetap bukan pilihan terbaik.

Cahaya Bisa Pengaruhi Kerusakan Minyak

Selain panas, cahaya juga dapat mempengaruhi kualitas minyak goreng. Botol minyak berbahan kaca bening memang terlihat rapi jika diletakkan di atas meja dapur. Namun, wadah transparan memberikan perlindungan yang lebih sedikit dari paparan cahaya.

Cahaya bisa menyebabkan oksidasi, terutama pada minyak yang mengandung lemak tidak jenuh. Karena itu, beberapa jenis minyak dijual dalam botol berwarna gelap atau wadah yang tak tembus cahaya. 

Jika ingin minyak lebih awet, sebaiknya hindari menyimpannya di tempat yang terkena sinar matahari langsung atau pencahayaan yang sangat terang.

Setiap Buka Botol, Oksigen Ikut Masuk

Ilustrasi minyak goreng. (Foto: dok Magnific/Mateus Andre)
Ilustrasi minyak goreng. (Foto: dok Magnific/Mateus Andre)

Ada satu hal lagi yang sering tak disadari, yaitu oksigen. Setiap kali tutup botol dibuka, udara segar yang mengandung oksigen masuk ke dalam wadah. Dalam jangka waktu lama, oksigen dapat bereaksi dengan lemak dalam minyak dan mempercepat proses oksidasi.

Risikonya bisa semakin besar jika botol sering dibuka dan masih tersisa banyak minyak di dalamnya. Karena itu, jangan lupa menutup botol dengan rapat setelah digunakan. Kebiasaan sederhana ini bisa menjaga kualitas minyak lebih lama.

Begini Tanda Minyak Goreng Mulai Rusak

Dikutip dari The Times of India, salah satu cara paling mudah untuk mengetahui kondisi minyak adalah dengan mencium aromanya. Minyak yang masih segar umumnya memiliki aroma yang bersih, netral, atau aroma khas sesuai jenis minyaknya. Sementara itu, minyak yang mulai tengik dapat mengeluarkan bau apek, pahit, pengap, seperti cat, atau aroma tidak sedap lainnya.

Rasa juga bisa menjadi petunjuk. Jika minyak terasa pahit, apek, atau berbeda dari biasanya, sebaiknya jangan digunakan lagi. Namun, jangan hanya mengandalkan perubahan warna. Warna minyak yang berubah belum tentu menandakan minyak sudah rusak. Sebaliknya, minyak yang terlihat normal juga belum tentu bebas dari proses oksidasi.

Dimana Simpan Minyak Goreng?

Untuk minyak goreng yang digunakan sehari-hari, tempat penyimpanan yang ideal adalah tempat yang sejuk, gelap, dan kering. Lemari dapur atau pantry bisa jadi tempat penyimpanan yang lebih baik dibandingkan meja dapur di sebelah kompor. Pastikan botol tertutup rapat dan jauh dari kompor, oven, mesin pencuci piring, serta sinar matahari langsung. 

Beberapa jenis minyak memang bisa disimpan di lemari pendingin untuk memperpanjang masa simpannya. Namun, hal ini tidak selalu diperlukan untuk semua jenis minyak karena sebagian minyak dapat menjadi keruh atau mengeras saat didinginkan.

Jadi, minyak goreng yang selama ini berada di samping kompor belum tentu sudah rusak. Namun, jika kebiasaan tersebut dilakukan setiap hari, paparan panas dan cahaya dapat memperpendek masa kualitas minyak.

(Agustina Wulandari )

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement