Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ada Gelembung di Selang Infus? Jangan Sembarangan Pencet Selangnya

Niko Prayoga , Jurnalis-Sabtu, 12 September 2026 |17:33 WIB
Ada Gelembung di Selang Infus? Jangan Sembarangan Pencet Selangnya
Ada Gelembung di Selang Infus? Jangan Sembarangan Pencet Selangnya (Foto: Freepik)
A
A
A

JAKARTA — Kemunculan gelembung udara pada selang infus kerap membuat pendamping pasien panik. Namun, dokter sekaligus influencer kesehatan, dr. Aditya Surya Pratama, mengingatkan agar gelembung tersebut tidak langsung dianggap sebagai kondisi yang mengancam nyawa dan selang infus tidak sembarangan ditekan atau dipencet.

Dalam unggahan video di akun Instagram miliknya, dr. Aditya menjelaskan bahwa udara yang masuk ke dalam pembuluh darah memang dapat menimbulkan risiko medis yang dikenal sebagai venous air embolism atau emboli udara. Meski demikian, keberadaan gelembung kecil pada selang infus tidak otomatis menyebabkan kondisi fatal.

“Kalau kita bicara secara medis, udara yang masuk ke pembuluh darah itu memang bisa berbahaya dan bisa disebut venous air embolism atau emboli udara. Tapi bukan berarti satu gelembung udara kecil di selang infus itu langsung bikin seseorang jadi meninggal,” tutur dr. Adit, dikutip Sabtu (12/9/2026).

Menurutnya, komplikasi serius umumnya terjadi ketika udara dalam jumlah cukup besar masuk dengan cepat ke pembuluh darah vena. Udara tersebut dapat terbawa menuju jantung dan kemudian masuk ke pembuluh darah paru-paru sehingga menghambat aliran darah.

“Karena masalah serius ini bisa terjadi kalau udara dalam jumlah yang cukup besar masuk ke pembuluh darah vena dengan cepat, yang di mana udara ini bisa terbawa menuju jantung, lalu ke bawah ke pembuluh darah di paru, dan menghambat aliran darah di sirkulasi paru. Dan dalam kondisi yang berat, ini dapat menyebabkan sesak mendadak, nyeri dada, penurunan tekanan darah, gangguan kesadaran, bahkan kolaps kardiovaskular,” jelasnya.

Bedakan Jenis Infus

Dr. Aditya juga menekankan pentingnya membedakan jenis akses infus yang digunakan pasien. Gelembung udara pada jalur vena sentral (central venous catheter) membutuhkan kewaspadaan lebih tinggi dibandingkan gelembung mikro pada infus perifer yang dipasang di tangan atau kaki.

Untuk menjaga keselamatan pasien, dr. Aditya membagikan langkah yang dapat dilakukan ketika pendamping menemukan gelembung udara dalam jumlah cukup banyak pada selang infus. Hal yang paling penting adalah tidak panik dan tidak mencoba mendorong udara masuk ke dalam tubuh pasien.

“Pertama, gak boleh panik! Dan jangan mencoba mendorong udara masuk dengan mempercepat infus-nya, apalagi kalian pencet-pencet biar udaranya hilang. Justru itu berbahaya,” tegas dr. Adit.

Apabila pendamping memiliki pengetahuan dasar medis, ia dapat menghentikan sementara aliran cairan infus menggunakan pengunci (roller clamp), kemudian segera memanggil petugas medis.

“Tapi kalau misalnya kamu tahu, atau yang jaga ternyata tenaga medis, kamu bisa menutup roller clamp, hentikan sementara aliran infus-nya. Lalu segera panggil perawat atau misalnya tenaga medis yang memang lagi jaga untuk memeriksa dan melakukan priming ulang dengan benar. Dan jangan membongkar atau menyambungkan selang sendiri tanpa kalian tahu,” lanjutnya.

Dr. Aditya mengingatkan agar bantuan medis segera dipanggil apabila pasien menunjukkan gejala seperti sesak napas mendadak, nyeri dada hebat, pusing berat, hingga penurunan kesadaran, terutama jika dicurigai terjadi masuknya udara dalam jumlah banyak.

Ia pun berpesan agar masyarakat tidak berlebihan dalam menyikapi gelembung kecil pada selang infus, tetapi tetap tidak mengabaikannya.

“Tapi balik lagi, gelembung kecil di selang infus itu tidak otomatis berarti pasien ini akan mengalami emboli udara secara fatal langsung. Tapi tetap, ingat pesan aku, udara yang ada dalam jalur infus itu tetap tidak boleh diabaikan,” pungkas dr. Aditya.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement