Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bangun Tidur Muncul Memar di Tangan dan Paha, Apa Benar karena Dijilat Setan?

Niko Prayoga , Jurnalis-Sabtu, 12 September 2026 |06:05 WIB
Bangun Tidur Muncul Memar di Tangan dan Paha, Apa Benar karena Dijilat Setan?
Bangun Tidur Muncul Memar di Tangan dan Paha, Apa Benar karena Dijilat Setan? (Foto: Freepik)
A
A
A

JAKARTA — Memar yang tiba-tiba muncul di tangan, paha, atau bagian tubuh lainnya setelah bangun tidur kerap dikaitkan dengan berbagai mitos. Salah satunya adalah anggapan bahwa seseorang dicubit atau bahkan dijilat setan saat sedang tidur. Namun, kondisi tersebut memiliki penjelasan medis dan dapat berkaitan dengan easy bruising, yaitu kondisi ketika tubuh lebih mudah mengalami memar.

Dokter sekaligus influencer kesehatan, dr. Cecep Hermawan, menjelaskan bahwa memar yang muncul tanpa disadari dapat terjadi ketika pembuluh darah kapiler di bawah kulit mengalami kerusakan. Kondisi tersebut dapat dipengaruhi oleh sejumlah faktor, mulai dari kulit yang menipis hingga asupan nutrisi dan penggunaan obat atau suplemen tertentu.

“Bukan dicubit atau dicium setan, ini alarm tubuh karena easy bruising. Pembuluh kapiler rapuh akibat kulit tipis (sering kena matahari), kurang vitamin C/K (jarang makan sayur/buah), darah encer (efek alami suplemen atau obat),” kata dr. Cecep dalam unggahan video di akun Instagramnya.

Mengapa Memar Bisa Muncul Spontan saat Tidur?

Memar terjadi ketika pembuluh darah kecil atau kapiler di bawah permukaan kulit mengalami kerusakan sehingga darah keluar ke jaringan di sekitarnya. Ketika kapiler dalam kondisi rapuh, tekanan atau gesekan ringan yang terjadi saat tidur pun disebut dapat memicu kondisi tersebut.

“Kenapa bisa tiba-tiba? Memar spontan (easy bruising) terjadi karena kapiler kulit rapuh. Gesekan ringan saat tidur bikin kapiler pecah. Darah merembes (ekstravasasi), membeku, lalu terlihat biru,” jelasnya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement