Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Keram di Tengah Marathon Bisa Dicegah? Begini Cara Namira Adjani Membaca Sinyal Tubuh

Djanti Virantika , Jurnalis-Kamis, 10 September 2026 |21:05 WIB
Keram di Tengah Marathon Bisa Dicegah? Begini Cara Namira Adjani Membaca Sinyal Tubuh
Namira Adjani. (Foto: Instagram/@namiraadjani)
A
A
A

2. Jangan Memaksa

Namira Adjani

Bagi pelari jarak jauh, kemampuan membaca kondisi tubuh memang menjadi bagian penting dalam menjaga performa. Rasa lelah, kaki terasa berat, atau munculnya tanda-tanda kram dapat menjadi sinyal untuk mengevaluasi kembali kondisi tubuh sebelum memaksakan diri.

Namun, kebutuhan cairan dan elektrolit setiap pelari berbeda. Konsumsi elektrolit maupun produk garam sebaiknya disesuaikan dengan kondisi tubuh, durasi aktivitas, cuaca, serta strategi hidrasi masing-masing.

Yang terpenting, jangan menunggu tubuh benar-benar “memaksa berhenti”. Mengenali sinyal sejak awal dapat membantu pelari mengambil keputusan lebih cepat dan menjaga tubuh tetap dalam kondisi yang aman selama berlari.

“Karena emang, iya karena emang to be honest kalau udah keram, itu udah lebih susah. Lebih susah ngebalikin dia ke kondisi awal. Jadi itu harus sebelum itu,” tutup Namira.

(Djanti Virantika)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement