Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Asap Karhutla Bisa Berujung Pneumonia, Ini Penjelasan Pakar

Niko Prayoga , Jurnalis-Jum'at, 04 September 2026 |10:05 WIB
Asap Karhutla Bisa Berujung Pneumonia, Ini Penjelasan Pakar
Ilustrasi pneumonia di tengah asap karhutla. (Foto: dok Magnific/rawpixel)
A
A
A

“Saat saluran napas meradang, kerja silia ikut melemah dan kuman yang seharusnya tersapu keluar jadi bertahan,” cetus Prof. Erlina.

Kedua adalah melemahnya Makrifag atau sel penjaga paru. Setelah silia melumpuh, zat beracun menyasar makrofag, yakni sel khusus di dalam paru yang bertugas menelan dan menghancurkan kuman.

“Zat racun pada partikel asap melemahkan kemampuan sel ini menangkap kuman yang terlanjur masuk. Sampai di sini, paru sudah kehilangan dua lapis pertahanannya. Kuman yang biasanya bisa diatasi tubuh mendapat ruang untuk berkembang, dan pneumonia pun terjadi,” tambah dia.

Meski kuman berada di sekitar lingkungan yang sama, dampaknya tidak serta-merta setara pada setiap individu. Ada kelompok masyarakat yang jauh lebih rentan mengalami perburukan kondisi kesehatan secara cepat saat terpapar kabut asap.

“Kuman itu tidak berdampak sama pada setiap orang. Yang paling perlu diperhatikan adalah anak-anak, lansia, serta mereka dengan asma, PPOK (Penyakit Paru Obstruktif Kronis), atau penyakit jantung. Daya tahan paru mereka lebih terbatas, sehingga gangguan ringan pun bisa cepat memberat,” papar Prof. Erlina.

(Agustina Wulandari )

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement