JAKARTA - Penyakit kambuhan sering kali dianggap sepele dan dibiarkan reda dengan sendirinya tanpa bantuan medis. Namun, hal tersebut tidak berlaku bagi penderita sinusitis. Membiarkan kambuhnya sinusitis tanpa penanganan medis tak akan membentuk imunitas tubuh, melainkan berisiko memicu komplikasi infeksi yang fatal.
Dokter sekaligus influencer kesehatan, dr. Tirta Mandira Hudhi dalam unggahan video di akun Instagramnya menjelaskan, sinusitis merupakan peradangan akibat infeksi pada rongga sinus yang terletak di dalam struktur tengkorak manusia. Dalam kondisi normal, rongga ini dilengkapi dengan bulu-bulu halus (silia) yang berfungsi mengalirkan lendir agar kondisi tengkorak tetap stabil.
"Ketika terjadi infeksi pada sinus, akhirnya silia-silia ini berhenti mengalirkan lendir, dan akhirnya lendirnya terperangkap dan membuat kepala kita menjadi sangat nyeri," ungkap dr. Tirta, dikutip Rabu (2/9/2026).
Rasa sakit akibat peradangan ini bisa menyebar ke berbagai titik wajah, tergantung pada rongga sinus yang terinfeksi. Nyeri sinusitis bukan sekadar pusing biasa. Menurut dr. Tirta, tingkat keparahan rasa sakitnya bahkan sering kali membuat penderita harus segera dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD).
"Ketika lagi kambuh, itu gejalanya adalah nyeri yang hebat. Kalau terkena di maksilaris, nyerinya di pipi; di frontalis nyeri di sini (dahi); di etmoidalis nyeri belakang mata. Dan akhirnya, itu harus ditangani dengan baik, masuk IGD, karena nyerinya luar biasa hebat," tuturnya.
Dokter Tirta mengingatkan agar masyarakat tidak sekali-kali melakukan diagnosis mandiri (self-diagnosis) atau sengaja menahan diri dari obat dengan harapan membangun imunitas. Rongga sinus berada sangat dekat dengan organ vital seperti mata dan otak, sehingga peradangan yang diabaikan dapat memicu penyebaran infeksi sistemik ke organ lain.
"Sinusitis yang tidak ditangani itu bisa merembet ke penyakit sistemik. Kalau kalian sudah dikasih obat, dikasih penanganan, dan tidak dilakukan dengan baik, sinusitismu enggak akan sembuh dan bisa tambah parah. Karena ingat, tengkorak kita ini banyak organ penting, dari otak dan mata," kata dr. Tirta.