PISANG menjadi salah satu buah yang mudah ditemukan dan praktis dikonsumsi. Rasanya manis, teksturnya lembut, serta tidak membutuhkan banyak persiapan untuk menikmatinya.
Di balik kepraktisannya, pisang juga mengandung berbagai nutrisi penting, seperti serat, kalium, vitamin B6, vitamin C, magnesium, serta berbagai antioksidan. Kandungan tersebut membuat pisang dapat menjadi bagian dari pola makan sehat.

Lantas, apa saja manfaat pisang bagi kesehatan tubuh? Dilansir dari Health Line, berikut4 manfaat pisang yang jarang disadari:
Pisang mengandung serat larut yang dapat membantu memperlambat proses pencernaan. Pisang yang masih hijau juga mengandung resistant starch, yaitu jenis karbohidrat yang tidak sepenuhnya dicerna tubuh.
Kombinasi tersebut dapat membantu memperlambat pengosongan lambung dan berpotensi membuat peningkatan gula darah setelah makan menjadi lebih terkendali.
Meski demikian, penderita diabetes tetap perlu memperhatikan porsinya, karena pisang tetap mengandung karbohidrat.
Salah satu keunggulan pisang adalah kandungan kaliumnya. Mineral ini berperan penting dalam menjaga fungsi jantung dan membantu mengatur tekanan darah.
Pisang berukuran sedang menyediakan sekitar 10 persen kebutuhan harian kalium. Selain kalium, pisang juga mengandung magnesium yang turut berperan dalam mendukung kesehatan jantung.

Pisang mengandung berbagai senyawa antioksidan, termasuk flavonoid dan amina. Antioksidan membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.
Mengonsumsi beragam buah dan sayuran merupakan salah satu cara untuk mendapatkan berbagai jenis antioksidan dalam pola makan sehari-hari.
Pisang yang belum matang mengandung resistant starch dalam jumlah lebih tinggi. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa konsumsi resistant starch secara rutin berpotensi membantu meningkatkan sensitivitas insulin.
Meski demikian, penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk mengetahui secara spesifik bagaimana resistant starch dari pisang hijau memengaruhi sensitivitas insulin.
Meski memiliki banyak manfaat, pisang tetap perlu dikonsumsi dalam jumlah yang sesuai dengan kebutuhan tubuh. Kandungan karbohidratnya perlu diperhatikan, terutama bagi orang yang harus mengontrol kadar gula darah.
Begitu pula dengan kandungan kaliumnya. Orang dengan penyakit ginjal tertentu mungkin perlu membatasi asupan makanan tinggi kalium.
(Djanti Virantika)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.