Kerusakan ginjal akibat asap ini terjadi melalui beberapa mekanisme biologis dalam tubuh. Ada peradangan lokal hingga gangguan pada pembuluh darah.
“Mekanismenya gimana? Lewat radang, stres oksidatif, sampai gangguan pembuluh darah ginjal. Yang lebih mengkhawatirkan, ada studi yang khusus menunjukkan pasien cuci darah yang kena paparan asap kebakaran hutan itu risiko mortalitasnya meningkat,” tambah dr. Decsa.
Lebih lanjut, dr. Desca menerangkan alasan utama mengapa ginjal menjadi salah satu organ yang paling rentan terhadap serangan partikel PM2.5. Ukuran partikel yang sangat kecil memungkinkan polutan tersebut menembus benteng pernapasan dan menyebar ke seluruh tubuh melalui sirkulasi darah.
“Nah, kenapa itu bisa terjadi semua? Partikel asap kebakaran PM2.5 dengan ukuran yang super kecil ini ketika dihirup paru-paru, dia juga masuk aliran darah kita. Nah, ginjal itu organ yang paling banyak dialiri darah dibandingkan dengan organ lain, karena tugasnya memang menyaring darah terus-menerus,” tutur dia.
Dengan tingginya volume darah yang harus disaring setiap saat, ginjal secara otomatis terpapar partikel beracun tersebut secara terus-menerus.
“Jadi, begitu partikel ini beredar di darah, ginjal jadi salah satu yang paling sering terkena paparan dan bisa merusak ginjal. Jadi bagi kalian yang terdampak, please kudu jaga kesehatan,” pungkas dr. Decsa.
(Djanti Virantika)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.