Partikel halus yang terdapat dalam asap dapat mengganggu saluran pernapasan dan menyebabkan munculnya gejala seperti batuk, sesak napas, serta napas berbunyi.
Oleh sebab itu, penderita asma perlu lebih waspada ketika terjadi karhutla dan kualitas udara di lingkungan tempat tinggal menurun.
Dampak kabut asap tidak hanya dirasakan oleh orang yang sebelumnya sehat. Mereka yang telah memiliki penyakit paru juga berisiko mengalami kondisi yang semakin berat setelah terpapar asap.
Penderita penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), misalnya, perlu menghindari paparan polusi udara sebisa mungkin. Partikel halus dari asap dapat masuk ke saluran pernapasan dan memperburuk gejala yang sudah dialami.
Karena itu, penderita penyakit paru disarankan lebih memperhatikan kualitas udara dan membatasi aktivitas di luar ruangan ketika kabut asap sedang pekat.