KEINGINAN memiliki kulit wajah yang tampak glowing, halus, dan bebas noda membuat retinol semakin populer dalam dunia skincare. Kandungan turunan vitamin A ini dikenal memiliki sejumlah manfaat untuk kulit, mulai dari membantu mengatasi jerawat hingga menyamarkan garis halus.
Namun, jangan tergoda menggunakan retinol secara berlebihan demi mendapatkan hasil cepat. Retinol bukan bahan yang memberikan perubahan instan. Penggunaan yang terlalu sering justru dapat memicu iritasi, kemerahan, kulit kering, hingga mengelupas.

Dilansir dari Cleveland Clinic, retinol bekerja dengan meningkatkan pergantian sel kulit. Proses ini membantu mengangkat sel kulit mati secara lebih teratur sekaligus mendukung produksi kolagen.
Seiring penggunaan yang konsisten, retinol dapat membantu memperbaiki tekstur kulit, menyamarkan garis halus, mengurangi tampilan noda hitam, dan membuat kulit terlihat lebih merata. Inilah yang kemudian membuat wajah tampak lebih segar dan glowing.
Namun, glowing bukan berarti hasilnya bisa terlihat hanya dalam satu atau dua kali pemakaian. Kulit membutuhkan waktu untuk beradaptasi dan manfaat retinol umumnya baru terlihat setelah digunakan secara konsisten selama beberapa minggu hingga beberapa bulan.
Salah satu kesalahan yang sering dilakukan pemula adalah menganggap semakin sering menggunakan retinol, semakin cepat pula hasilnya. Padahal, retinol merupakan bahan aktif yang cukup kuat dan dapat menyebabkan iritasi jika digunakan berlebihan.
Untuk pemula, penggunaan bisa dimulai secara perlahan, misalnya setiap beberapa hari sekali. Jika kulit dapat menerimanya dengan baik, frekuensi penggunaan dapat ditingkatkan secara bertahap sesuai petunjuk produk atau rekomendasi dokter.
Gunakan retinol dalam lapisan tipis. Tidak perlu mengoleskan produk dalam jumlah banyak untuk mendapatkan hasil yang lebih cepat.

Pada masa awal penggunaan, kulit mungkin mengalami kekeringan, kemerahan, rasa perih, gatal, atau pengelupasan. Sebagian orang juga mengalami kondisi yang dikenal sebagai retinol purge, ketika jerawat tampak muncul atau memburuk sementara selama masa adaptasi.
Namun, tidak semua jerawat setelah menggunakan retinol dapat disebut sebagai purging. Iritasi yang berat perlu mendapat perhatian. Jika kulit terasa terbakar, mengalami kemerahan parah, atau iritasi tidak kunjung membaik, sebaiknya kurangi frekuensi pemakaian atau hentikan sementara dan konsultasikan dengan dokter kulit.
Menggunakan retinol tanpa memperhatikan kelembapan kulit dapat meningkatkan risiko iritasi. Karena itu, pelembap dapat digunakan untuk membantu menjaga skin barrier. Sementara pada pagi dan siang hari, jangan lupa menggunakan sunscreen karena kulit yang menggunakan retinol perlu mendapat perlindungan dari paparan sinar matahari.
Penggunaan sunscreen secara rutin juga penting untuk membantu mencegah noda hitam dan kerusakan akibat sinar UV yang dapat menghambat tujuan mendapatkan kulit sehat dan glowing.
Retinol tidak selalu cocok untuk semua orang. Pemilik kulit sensitif perlu lebih berhati-hati saat menggunakannya. Selain itu, orang yang sedang hamil atau merencanakan kehamilan sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan sebelum menggunakan retinol atau retinoid. Penggunaan retinoid selama kehamilan umumnya dihindari karena adanya kekhawatiran terhadap risiko pada janin.
Retinol memang dapat menjadi salah satu bahan skincare yang membantu membuat kulit tampak lebih halus, merata, dan sehat. Tetapi hasil terbaik bukan berasal dari penggunaan berlebihan.
(Djanti Virantika)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.