JAKARTA - Tren cheese platter tengah ramai diperbincangkan karena tampilannya yang menggugah selera sekaligus menawarkan beragam rasa dalam satu sajian. Bukan sekadar piring berisi keju, hidangan ini biasanya dilengkapi buah, kacang, roti, hingga berbagai pelengkap bercita rasa manis dan gurih.
Cheese platter merupakan sajian yang menjadikan keju sebagai elemen utama. Penyajiannya dapat menggunakan papan, piring, atau permukaan khusus yang kemudian diisi dengan berbagai jenis keju dan makanan pendamping.
Dalam satu cheese platter, umumnya terdapat sekitar tiga hingga lima jenis keju. Jumlah tersebut dinilai cukup untuk memberikan variasi rasa dan tekstur tanpa membuat karakter masing-masing keju saling bertabrakan.
Pemilihan kejunya pun biasanya dibuat beragam. Misalnya, keju bertekstur lembut dipadukan dengan keju yang telah melalui proses pematangan lebih lama, keju berbahan dasar susu kambing, hingga keju bercita rasa kuat seperti keju biru.
Agar rasanya semakin lengkap, keju kemudian disandingkan dengan berbagai pendamping. Beberapa di antaranya adalah madu, buah segar, buah kering, kacang-kacangan, zaitun, selai, mustard, baguette, dan kerupuk.
Suhu penyajian juga perlu diperhatikan. Keju sebaiknya tidak langsung disajikan dalam kondisi terlalu dingin dari lemari es. Mengeluarkannya sekitar 30 menit sebelum disantap dapat membantu aroma dan cita rasanya lebih terasa.
Penataan cheese platter tidak hanya mengandalkan banyaknya bahan, tetapi juga komposisi agar seluruh isinya mudah diambil dan terlihat menarik.
Langkah pertama dapat dimulai dengan menempatkan wadah berukuran besar atau kecil yang digunakan untuk menampung madu, selai, zaitun, maupun acar. Setelah itu, letakkan potongan keju dengan jarak yang cukup sehingga setiap jenis memiliki ruang tersendiri.
Jika ingin menambahkan daging olahan, bahan tersebut dapat ditempatkan di sekitar keju dengan cara dilipat, ditumpuk, atau digulung.
Berikutnya, tambahkan buah-buahan, kacang-kacangan, serta potongan roti untuk mengisi ruang kosong. Bahan dengan karakter serupa juga dapat diletakkan berdekatan agar perpaduan rasa lebih mudah dinikmati.
Misalnya, Brie dapat ditempatkan bersama sarang madu, sedangkan Comté bisa dipadukan dengan aprikot kering. Penataan seperti ini juga membuat setiap bagian platter memiliki kombinasi rasa yang berbeda.
Selain tampilan, kebersihan makanan tetap menjadi hal penting. Selai atau saus sebaiknya ditempatkan dalam wadah tersendiri dan tidak langsung dituangkan ke papan. Pastikan pula seluruh dekorasi yang digunakan aman untuk dikonsumsi dan tersedia alat saji berukuran kecil.
Salah satu kombinasi klasik cheese platter dapat menggunakan Brie de Meaux, Comté, dan Camembert sebagai pilihan keju. Ketiganya kemudian dilengkapi sarang madu, aprikot kering, selai buah ara, dan baguette.
Kombinasi tersebut memberikan pengalaman rasa yang beragam, mulai dari keju bertekstur lembut hingga cita rasa yang lebih gurih dan kompleks. Sementara itu, madu, buah kering, dan selai memberikan sentuhan manis yang berpadu dengan tekstur renyah dari baguette.
Dengan perpaduan keju dan pelengkap yang tepat, cheese platter tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga memungkinkan penikmatnya mencoba berbagai kombinasi rasa dalam satu sajian.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.