JAKARTA — Depresi tidak selalu ditandai dengan kesedihan mendalam atau kebiasaan menangis. Pada sebagian orang, kondisi ini justru dapat muncul melalui perubahan kecil dalam cara berpikir, mengambil keputusan, hingga merespons berbagai hal yang sebelumnya dianggap penting.
Tanda-tanda tersebut terkadang dianggap sebagai perubahan kepribadian, rasa lelah, atau sekadar sedang tidak ingin berkonflik. Padahal, perubahan yang berlangsung terus-menerus dapat menjadi sinyal bahwa seseorang sedang mengalami masalah psikologis yang perlu diperhatikan, demikian dilansir dari Your Tango.
1. Mulai jarang mengungkapkan pendapat
Salah satu perubahan yang mungkin terjadi adalah seseorang semakin sering memilih diam dan tidak menyampaikan pendapatnya. Sesekali tidak memiliki pilihan atau preferensi tentu merupakan hal yang wajar. Namun, jika seseorang hampir selalu menghindari mengemukakan pendapat, kondisi tersebut patut diperhatikan.
Kebiasaan tersebut dapat berkaitan dengan keinginan untuk menghindari penolakan atau konflik. Seseorang mungkin merasa lebih aman mengikuti keinginan orang lain daripada menyampaikan apa yang sebenarnya dipikirkan.
Penelitian yang diterbitkan dalam Australian & New Zealand Journal of Psychology pada 2024 menemukan adanya hubungan antara self-silencing atau kecenderungan membungkam diri dengan depresi pada berbagai kelompok budaya dan gender.
Ketika seseorang terlalu sering menekan ekspresi dirinya, orang-orang di sekitarnya pun dapat semakin sulit memahami apa yang sebenarnya ia rasakan atau inginkan.
2. Tidak lagi tertarik pada hal yang sebelumnya penting
Kalimat seperti "aku tidak peduli" juga dapat menjadi tanda yang perlu diperhatikan apabila sebelumnya seseorang memiliki ketertarikan atau kepedulian terhadap hal tersebut.
Dalam kondisi tertentu, kehilangan minat atau kesenangan terhadap aktivitas yang sebelumnya disukai dapat menjadi bagian dari gejala depresi. Seseorang mungkin tidak lagi bersemangat melakukan hobi, bertemu orang lain, atau mengurus hal-hal yang sebelumnya dianggap penting.
Perubahan ini berbeda dengan sekadar sedang bosan atau membutuhkan waktu untuk beristirahat. Jika rasa tidak peduli tersebut berlangsung dalam waktu lama dan mulai memengaruhi kehidupan sehari-hari, kondisi tersebut sebaiknya tidak diabaikan.
3. Kesulitan mengetahui apa yang sebenarnya diinginkan
Depresi juga dapat membuat seseorang mengalami kesulitan dalam menentukan pilihan atau memahami keinginannya sendiri.
Kondisi tersebut bisa terlihat dari kebiasaan terus-menerus mengatakan tidak tahu ketika ditanya mengenai rencana, tujuan, atau hal yang ingin dilakukan. Bahkan, keputusan sederhana pun dapat terasa sulit dibuat.
Sejumlah penelitian mengenai depresi menunjukkan bahwa kondisi tersebut dapat berkaitan dengan gangguan pada fungsi kognitif tertentu, termasuk pengambilan keputusan, perencanaan, dan penetapan tujuan.
Akibatnya, seseorang dapat merasa kehilangan arah atau kesulitan menentukan langkah yang ingin diambil. Bukan karena tidak memiliki keinginan, tetapi karena kemampuan untuk mengenali dan mengejar tujuan tersebut sedang terganggu.
4. Merasa hidup kehilangan makna
Perasaan bahwa kehidupan berjalan tanpa tujuan juga dapat menjadi tanda yang muncul pada orang yang mengalami depresi.
Seseorang mungkin merasa menjalani hari hanya sebagai rutinitas tanpa benar-benar menikmati atau terlibat di dalamnya. Aktivitas sehari-hari tetap dilakukan, tetapi terasa seperti berlangsung secara otomatis.
Pengalaman tersebut juga ditemukan dalam penelitian yang melibatkan remaja dengan depresi. Beberapa peserta menggambarkan kondisi mereka seperti hanya menjalani rutinitas atau berada dalam "mode otomatis".
Perasaan kehilangan makna dapat berkembang menjadi kondisi emosional yang semakin berat apabila berlangsung terus-menerus. Karena itu, perubahan seperti kehilangan minat, sulit menentukan tujuan, menarik diri, atau merasa hidup tidak berarti perlu diperhatikan, terutama jika mulai mengganggu aktivitas sehari-hari.
Penting dicatat, tanda-tanda tersebut tidak secara otomatis berarti seseorang mengalami depresi. Diagnosis hanya dapat diberikan oleh tenaga profesional setelah melakukan penilaian secara menyeluruh. Jika perubahan suasana hati, kehilangan minat, atau perasaan putus asa menetap dan mengganggu kehidupan sehari-hari, mencari bantuan profesional dapat menjadi langkah yang tepat.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.