2. Stres dan Kelelahan
Stres pekerjaan, masalah pribadi, kurang tidur, atau kelelahan fisik dapat memengaruhi gairah dan kemampuan tubuh merespons rangsangan seksual.
Ketika tubuh dan pikiran tidak berada dalam kondisi optimal, mempertahankan ereksi dapat menjadi lebih sulit meskipun pria sebenarnya memiliki gairah terhadap pasangan.
3. Konsumsi Alkohol
Alkohol dapat memengaruhi sistem saraf dan respons tubuh terhadap rangsangan seksual. Minum dalam jumlah berlebihan, terutama sebelum berhubungan seks, dapat membuat ereksi lebih sulit diperoleh atau dipertahankan.
Efek tersebut dapat bersifat sementara. Namun, konsumsi alkohol secara berlebihan dalam jangka panjang juga dapat berdampak pada kesehatan dan fungsi seksual.
4. Penggunaan Obat atau Zat Tertentu
Beberapa obat dan zat rekreasional dapat memengaruhi fungsi seksual. Efeknya dapat berkaitan dengan perubahan sistem saraf, hormon, atau aliran darah.
Jika masalah ereksi muncul setelah mulai mengonsumsi obat tertentu, sebaiknya jangan langsung menghentikan obat tanpa berkonsultasi. Dokter dapat membantu menilai kemungkinan efek samping dan menentukan langkah yang aman.