Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

10 Penyebab Penis Susah Berdiri Padahal Usia Masih 20-an

Tim Okezone , Jurnalis-Kamis, 20 Agustus 2026 |02:05 WIB
10 Penyebab Penis Susah Berdiri Padahal Usia Masih 20-an
10 Penyebab Penis Susah Berdiri Padahal Usia Masih 20-an (Foto: Freepik)
A
A
A

Nikotin juga dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah. Dalam jangka panjang, paparan zat kimia dari rokok dapat meningkatkan risiko berbagai gangguan pembuluh darah yang pada akhirnya turut memengaruhi fungsi seksual.

Karena itu, berhenti merokok bukan hanya bermanfaat bagi paru-paru, tetapi juga dapat membantu menjaga kesehatan pembuluh darah dan fungsi ereksi.

7. Kecemasan terhadap Performa Seksual

Tidak semua penyebab disfungsi ereksi berkaitan dengan kondisi fisik. Faktor psikologis, termasuk kecemasan terhadap performa seksual, cukup sering dialami pria muda.

Rasa takut tidak mampu memuaskan pasangan, terlalu memikirkan performa, khawatir kehilangan ereksi, atau merasa tidak percaya diri dapat membuat tubuh berada dalam kondisi tegang.

Kecemasan tersebut justru dapat mengganggu proses seksual dan membuat ereksi sulit dipertahankan. Masalah ini kemudian dapat membentuk siklus: pengalaman gagal menyebabkan kecemasan, sementara kecemasan meningkatkan kemungkinan mengalami kesulitan ereksi pada kesempatan berikutnya.

8. Masalah Saat Menggunakan Kondom

Sebagian pria dapat kehilangan ereksi ketika memasang atau menggunakan kondom. Kondisi ini dikenal sebagai condom-associated erection problems (CAEP).

Masalah tersebut dapat muncul karena kurang terbiasa menggunakan kondom, merasa cemas ketika memasangnya, ukuran kondom yang tidak sesuai, atau berkurangnya rangsangan seksual saat kondom digunakan.

Pada pria muda, kondisi ini bukan sesuatu yang jarang terjadi. Penggunaan kondom yang tepat dan memilih ukuran yang sesuai dapat membantu mengurangi kemungkinan munculnya masalah tersebut.

9. Penggunaan Pornografi Berlebihan

Hubungan antara pornografi dan disfungsi ereksi masih menjadi topik yang terus diteliti. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa pola penggunaan pornografi tertentu mungkin berkaitan dengan perubahan respons terhadap rangsangan seksual pada sebagian orang.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement