Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bahaya Masak Pakai Spatula Plastik, Ada Ancaman Mikroplastik dan Bahan Kimia

Niko Prayoga , Jurnalis-Sabtu, 01 Agustus 2026 |14:09 WIB
Bahaya Masak Pakai Spatula Plastik, Ada Ancaman Mikroplastik dan Bahan Kimia
Bahaya Masak Pakai Spatula Plastik, Ada Ancaman Mikroplastik dan Bahan Kimia (Foto: Freepik)
A
A
A

JAKARTASpatula plastik menjadi salah satu peralatan dapur yang paling sering digunakan karena ringan, praktis, dan harganya terjangkau. Namun, jika digunakan dalam kondisi rusak atau terpapar suhu tinggi, alat masak ini berpotensi melepaskan mikroplastik serta senyawa kimia yang dapat mencemari makanan.

Praktisi bisnis lingkungan sekaligus kreator konten, Bang Sap, melalui unggahan video di akun Instagram pribadinya mengingatkan bahwa penggunaan spatula plastik yang sudah rusak atau tidak digunakan sesuai fungsinya dapat meningkatkan risiko paparan zat berbahaya ke dalam makanan.

"Spatula plastik yang ada di dapurmu itu bisa bikin masakanmu jadi beracun. Apalagi kalau udah meleleh, mengelupas. Bahkan sebelum itu, ada peluang berpindahnya partikel kecil dan senyawa kimia dari spatula ke makanan," kata Bang Sap.

Risiko Kontaminasi

Menurutnya, risiko kontaminasi akan meningkat ketika spatula plastik bersentuhan langsung dengan makanan panas, terutama yang mengandung minyak, dalam waktu yang cukup lama.

"Jika plastik terpapar langsung dengan makanan panas, bahan berminyak, apalagi dalam waktu yang lama, risiko paparan mikroplastik dan senyawa kimia dari alat masak ke dalam makanan dapat meningkat," lanjutnya.

Bang Sap menjelaskan, potensi perpindahan zat kimia dari peralatan dapur berbahan plastik bukanlah isu baru. Sejumlah lembaga keamanan pangan, termasuk Bundesinstitut für Risikobewertung (BfR) di Jerman, telah mengeluarkan rekomendasi terkait penggunaan peralatan dapur berbahan sintetis tertentu.

BfR mengimbau agar peralatan berbahan poliamida (polyamide) tidak dibiarkan bersentuhan terlalu lama dengan makanan panas, terutama pada suhu di atas 70 derajat Celsius. Kondisi tersebut dinilai berpotensi memicu perpindahan senyawa oligomer ke dalam makanan.

Mengenai penggunaan spatula silikon, Bang Sap mengatakan bahan tersebut umumnya lebih stabil dibandingkan plastik biasa. Meski demikian, kualitas produk tetap menjadi faktor penting yang harus diperhatikan.

"Bahan silikon food grade umumnya lebih stabil dibandingkan plastik biasa. Tapi tetap punya risiko kalau kualitasnya rendah. Jadi kalau spatula sudah meleleh, lengket, atau berubah warna, hati-hati, itu tanda alatnya sudah tidak ideal lagi untuk dipakai," jelasnya.

Karena itu, ia menyarankan masyarakat memilih peralatan dapur yang lebih tahan terhadap panas, seperti berbahan kayu atau stainless steel. Namun, spatula kayu harus dipastikan bebas jamur, sedangkan spatula stainless steel tidak boleh dalam kondisi terkelupas atau berkarat.

Selain itu, ia mengingatkan pentingnya memilih produk yang memiliki label food grade, serta segera mengganti spatula yang sudah berubah bentuk, meleleh, atau mengelupas.

"Kalau mau lebih aman, pilih kayu atau stainless steel, dengan catatan jangan sampai ada jamur atau terkelupas, dan pastikan ada label food grade. Udah, cukup sampai sini aja. Jangan lagi lah pakai spatula yang udah mleyot itu ya," pungkasnya.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement