Melengkapi perspektif psikologi, Ineke Machdi mengajak peserta memahami bagaimana napas dapat menjadi jembatan antara tubuh dan pikiran. “Tubuh selalu memberikan sinyal ketika kita terlalu lama berada dalam tekanan. Ketika kita kembali bernapas dengan penuh kesadaran, kita sedang memberi kesempatan kepada tubuh untuk kembali merasa aman dan menemukan keseimbangannya,” ucapnya.
Peserta kemudian mengikuti sesi breathwork sebagai pengalaman langsung untuk membantu mengurangi ketegangan, meningkatkan kesadaran diri, serta menghadirkan rasa tenang dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, Antaresa Hendita mengajak peserta melihat kembali pentingnya membangun hubungan yang sehat dengan diri sendiri.
“Sering kali perempuan merasa harus selalu kuat dan selalu mendahulukan orang lain. Padahal memahami kebutuhan diri sendiri bukanlah bentuk egoisme, tetapi fondasi agar kita mampu terus hadir dengan sehat bagi orang-orang yang kita cintai,” katanya.
Selain sesi edukasi, workshop juga menghadirkan diskusi interaktif, praktik breathwork, pemeriksaan kesehatan, serta berbagai aktivitas yang mendukung pendekatan kesehatan secara lebih holistik.