JAKARTA - Siapa yang bisa menolak segelas susu cokelat dingin? Rasanya yang manis dan lezat membuat minuman ini jadi favorit hampir semua umur, dari anak-anak sampai orang dewasa. Namun, di balik kelezatannya, sering muncul perdebatan: apakah susu cokelat benar-benar sehat, atau justru cuma gula cair berkedok susu?
Yuk, bahas tuntas fakta di balik susu cokelat yang dilansir dari Parents!
Susu cokelat tidak selamanya buruk. Faktanya, minuman ini punya beberapa manfaat yang cukup mengesankan:
Meski bernutrisi, ada alasan kuat kenapa para ahli gizi sering mewanti-wanti soal konsumsi susu cokelat yang berlebihan:
Kamu tidak perlu membuang semua stok susu cokelat di rumah. Susu cokelat tetap bisa jadi bagian dari pola makan sehat, asalkan kamu tahu triknya:
1. Jadikan Camilan, Bukan Minuman Utama: Biasakan anak (dan diri kita sendiri) untuk tetap menjadikan air putih dan susu putih sebagai sumber hidrasi utama. Anggap susu cokelat sebagai treat atau camilan sesekali yang diminum 1-2 kali seminggu.
2. Sajikan Setelah Olahraga: Kalau anakmu baru selesai berenang, main bola, atau kamu sendiri habis lari pagi, ini adalah waktu paling sempurna dan sehat untuk menikmati segelas susu cokelat.
3. Bikin Sendiri di Rumah (DIY): Ini cara paling aman! Daripada beli yang kemasan, campurkan susu putih dengan bubuk kakao murni (tanpa pemanis). Kalau kurang manis, kamu bisa tambahkan sedikit madu atau gula kelapa. Dengan cara ini, nutrisinya dapat, tapi jumlah gulanya ada di bawah kendalimu sepenuhnya.
Jadi, susu cokelat bukanlah musuh kesehatan. Ia adalah minuman bergizi yang sayangnya sering "dibajak" oleh terlalu banyak gula tambahan. Kuncinya ada pada porsi dan waktu mengonsumsinya.
(Agustina Wulandari )
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.