JAKARTA – Anggapan bahwa sering masturbasi dapat menyebabkan pria mandul masih banyak dipercaya masyarakat. Padahal, menurut ahli, infertilitas pada pria lebih sering dipengaruhi oleh faktor gaya hidup, kondisi medis, hingga gangguan hormon dibandingkan kebiasaan masturbasi itu sendiri. Karena itu, penting bagi pria memahami penyebab sebenarnya agar tidak terjebak pada mitos yang keliru.
Dokter spesialis andrologi dan kesehatan reproduksi pria, dr. Jefry Tribowo, dalam unggahan video di kanal YouTube miliknya membagikan edukasi mengenai berbagai faktor yang dapat memengaruhi kualitas sperma serta tanda-tanda yang perlu diwaspadai terkait gangguan kesuburan pria.
Menurut dr. Jefry, salah satu penyebab infertilitas yang paling sering ditemui pada pria saat ini adalah pola hidup yang tidak sehat. Kebiasaan tersebut dapat menurunkan kualitas sperma secara bertahap sehingga memengaruhi peluang untuk memiliki keturunan.
“Paling sering saya temui itu karena pola hidup yang tidak sehat. Pria sekarang banyak yang badannya gemuk, kebiasaan merokok, mengonsumsi alkohol, sering terpapar bahan kimia, dan jarang berolahraga. Hal-hal tersebut bisa menyebabkan kualitas sperma menjadi tidak optimal sehingga menyulitkan untuk memiliki keturunan,” ujar dr. Jefry.
Selain gaya hidup, kondisi medis pada organ reproduksi juga dapat menjadi penyebab infertilitas. Salah satu yang paling sering ditemukan adalah varikokel, yaitu pelebaran pembuluh darah vena di area kantong zakar yang menyerupai varises.
“Hati-hati kalau ada penyakit pada buah zakar. Salah satunya varikokel. Kondisi ini seperti varises, tetapi terjadi di bagian atas kantong zakar. Biasanya terasa seperti ada bentukan menyerupai cacing. Itu bisa menjadi tanda varikokel,” jelasnya.
Riwayat kesehatan pada masa muda juga tidak boleh diabaikan. Menurut dr. Jefry, infeksi pada organ reproduksi yang pernah terjadi dapat menyebabkan kerusakan permanen pada jaringan pembentuk sperma apabila tidak ditangani dengan baik.
“Misalnya saat masih muda pernah mengalami pembengkakan pada buah zakar hingga kemerahan dalam waktu lama. Kondisi seperti ini bisa merusak pabrik pembuat sperma dan berujung pada gangguan kesuburan yang serius,” katanya.
Di samping itu, gangguan hormon juga berperan penting dalam kesuburan pria. Dalam kasus yang lebih jarang, infertilitas dapat dipengaruhi oleh faktor genetik sehingga pemeriksaan menyeluruh perlu dilakukan, terutama bagi pasangan yang sedang menjalani program hamil.
“Selain itu, penyebab lainnya bisa berupa gangguan hormon, hingga yang paling jarang adalah kelainan genetik. Karena itu, perlu lebih waspada apabila ada riwayat sulit memiliki keturunan di dalam keluarga,” pungkas dr. Jefry.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.