Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mengenal Rappelling: Teknik Andalan Pendaki saat Temui Tebing Curam

Agustina Wulandari , Jurnalis-Selasa, 21 Juli 2026 |19:02 WIB
Mengenal Rappelling: Teknik Andalan Pendaki saat Temui Tebing Curam
Rappelling. (Foto: dok Magnific/wirestock)
A
A
A

JAKARTA - Pernahkah kamu melihat pendaki gunung turun dari tebing yang sangat tinggi dan bertanya-tanya bagaimana cara mereka melakukannya tanpa terjatuh? Rahasianya ada pada satu teknik penting yang disebut rappelling.

Melansir Encyclopedia Britannica, rappelling atau yang sering juga disebut dengan istilah roping down (turun dengan tali) adalah sebuah teknik dalam olahraga pendakian gunung (mountaineering) yang digunakan untuk menuruni medan yang curam.

Konsep rappelling sangat mengandalkan kendali dan gesekan. Prosesnya dimulai dengan seutas tali yang diikatkan secara aman pada titik yang lebih tinggi (seperti puncak tebing).

Untuk mengendalikan tubuh agar tidak meluncur jatuh begitu saja, tali tersebut akan dilewatkan pada sebuah alat gesek khusus (friction device). Pada metode yang lebih tradisional, tali ini bahkan bisa dililitkan sedemikian rupa pada tubuh pemanjat.

Dengan sistem ini, pemanjat memiliki kendali penuh. Mereka bisa mengulur tali menggunakan satu tangan, entah itu secara perlahan maupun cepat sesuai keinginan, untuk menurunkan tubuh secara bertahap di sepanjang permukaan tebing batu.

Bagian dari Sejarah Pendakian Gunung

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement