Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sperma Bisa Rusak jika Keseringan Berendam Air Hangat? Ini Kata Dokter

Niko Prayoga , Jurnalis-Minggu, 19 Juli 2026 |02:05 WIB
Sperma Bisa Rusak jika Keseringan Berendam Air Hangat? Ini Kata Dokter
Mandi air hangat. (Foto: Freepik)
A
A
A

BENARKAH sperma bisa rusak jika keseringan berendam air hangat? Hal ini menarik diulas karena mandi dengan air hangat jadi favorit banyak orang.

Dokter pun memberi penjelasan mendalam terkait hal tersebut. Ternyata benar, di balik kenyamanan berendam air hangat, ada ancaman tersembunyi bagi kesehatan reproduksi pria.

pria mandi

1. Sperma Bisa Rusak jika Keseringan Berendam Air Hangat

Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi sekaligus influencer kesehatan, dr. Fajar Alam, dalam unggahan video di akun Instagramnya mengungkapkan bahwa kebiasaan berendam air panas secara rutin berisiko menurunkan kualitas sperma secara signifikan.

Alasannya sederhana, hal itu dikarenakan organ reproduksi pria dirancang khusus untuk menjaga suhu sperma agar tetap ideal. Apalagi, testis sebagai organ penghasil sperma berada di luar rongga tubuh karena membutuhkan suhu yang lebih sejuk dibanding suhu tubuh internal manusia.

“Jadi kenapa mandi air panas atau berendam air panas secara rutin, sauna secara rutin itu menurunkan kualitas sperma? Pabrik sperma, testis, itu didesain oleh Sang Pencipta itu di luar. Tujuannya adalah supaya dia membutuhkan suhu lebih rendah daripada tubuhnya sendiri," kata dr. Fajar.

 

2. Penyebabnya

Lebih lanjut, dr. Fajar menjelaskan bahwa paparan suhu panas yang terlalu sering dan konsisten akibat berendam atau sauna dapat mengganggu proses spermatogenesis (produksi sperma). Hal tersebut bisa memicu kerusakan hingga kematian sel sperma dalam jumlah besar.

“Jadi tatkala direndam di dalam air panas atau air hangat, dan itu konsisten, sauna setiap hari, berendam air panas setiap hari, itu akan merusak massal, kematian massal sperma secara masif," tambah dia.

Meski demikian, masyarakat khususnya kaum pria tidak perlu sepenuhnya cemas. dr. Fajar meluruskan bahwa larangan ini lebih ditujukan pada aktivitas berendam, bukan mandi air hangat biasa (menggunakan gayung atau shower).

"Jadi mandi air panas boleh enggak? Boleh, boleh aja. Kalau mandi kan air langsung turun ke bawah, habis. Tapi kalau berendam, beda cerita. Sauna juga beda cerita. Semoga bermanfaat," pungkas dia.

(Djanti Virantika)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement