Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Diet Intermitten Fasting vs Defisit Kalori, Mana yang Lebih Mudah?

Kurniasih Miftakhul Jannah , Jurnalis-Jum'at, 17 Juli 2026 |12:10 WIB
Diet Intermitten Fasting vs Defisit Kalori, Mana yang Lebih Mudah?
Diet Intermitten Fasting vs Defisit Kalori, Mana yang Lebih Mudah? (Foto: Freepik)
A
A
A

JAKARTA – Menurunkan berat badan tidak selalu harus dilakukan dengan menghitung setiap kalori yang masuk ke tubuh. Penelitian terbaru dari University of Adelaide menunjukkan bahwa intermittent fasting (IF) atau puasa intermiten dapat memberikan hasil penurunan berat badan yang setara dengan diet defisit kalori, bahkan dinilai lebih mudah dijalani oleh sebagian orang.

Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Clinical Nutrition menemukan bahwa kedua metode sama-sama efektif menurunkan berat badan. Namun, peserta yang menjalani puasa intermiten tidak merasa harus terus-menerus mengontrol asupan makanan seperti mereka yang membatasi kalori setiap hari.

Hasil Penelitian

Melansir laman womenshealthmag, penelitian melibatkan 209 orang dewasa dengan obesitas, dengan rata-rata usia 58 tahun. Para peserta dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu kelompok puasa intermiten, kelompok defisit kalori harian, dan kelompok yang hanya mendapat edukasi mengenai pola makan sehat.

Pada kelompok puasa intermiten, peserta hanya mengonsumsi sekitar 30 persen kebutuhan energi harian antara pukul 08.00 hingga 12.00 selama tiga hari yang tidak berurutan setiap pekan. Setelah itu, mereka menjalani puasa selama 20 jam. Sementara pada empat hari lainnya, peserta diperbolehkan makan seperti biasa.

Adapun kelompok defisit kalori diminta mengurangi asupan energi menjadi sekitar 70 persen dari kebutuhan hariannya setiap hari.

Setelah enam bulan, peserta yang menjalani puasa intermiten maupun defisit kalori sama-sama mengalami penurunan berat badan rata-rata sekitar 7 kilogram. Sebagai perbandingan, kelompok yang hanya menerima edukasi gizi hanya kehilangan sekitar 2 kilogram.

Selain berat badan turun, kedua kelompok diet juga melaporkan peningkatan kesejahteraan psikologis serta berkurangnya gejala depresi.

Mana yang Lebih Mudah Dilakukan?

Selain mengukur perubahan berat badan, peneliti juga menilai aspek psikologis selama menjalani diet, seperti rasa lapar, keinginan makan berlebihan, suasana hati, kualitas tidur, hingga besarnya usaha mental yang dibutuhkan untuk mengontrol pola makan.

Hasilnya menunjukkan bahwa peserta yang menjalani defisit kalori harian harus mengeluarkan usaha lebih besar untuk terus membatasi makanan, menghitung kalori, dan mengendalikan keinginan makan.

Di sisi lain, kelompok puasa intermiten berhasil menurunkan berat badan dalam jumlah yang sama tanpa melaporkan peningkatan beban mental untuk mengontrol makanan setiap saat.

Menurut penulis penelitian, Profesor Leonie Heilbronn, puasa intermiten mungkin membantu sebagian orang menurunkan berat badan tanpa harus terus-menerus memikirkan pembatasan makanan.

Tidak Cocok untuk Semua Orang

Meski terlihat menjanjikan, peneliti menegaskan bahwa puasa intermiten bukan pilihan yang tepat bagi semua orang.

Ibu hamil, ibu menyusui, penderita atau penyintas gangguan makan, serta orang yang mengonsumsi obat diabetes sebaiknya berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi sebelum mencoba pola makan ini.

Selain itu, penelitian ini hanya menguji satu jenis metode puasa intermiten pada orang dewasa dengan obesitas. Karena itu, hasilnya belum tentu berlaku untuk semua orang atau semua variasi puasa intermiten yang banyak beredar di media sosial.

Penelitian ini menunjukkan bahwa puasa intermiten tidak lebih unggul dibandingkan defisit kalori dalam hal menurunkan berat badan. Keduanya memberikan hasil yang hampir sama.

Namun, bagi sebagian orang, puasa intermiten mungkin terasa lebih mudah dijalani karena tidak mengharuskan mereka menghitung kalori atau terus mengawasi setiap makanan yang dikonsumsi. Pada akhirnya, metode diet terbaik adalah yang dapat dijalani secara konsisten, sesuai kondisi kesehatan, dan tetap memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement