KABAR duka datang dari dunia hiburan Tanah Air. Komedian Simson Rarameha atau yang lebih dikenal dengan nama panggung Temon, dikabarkan meninggal dunia pada Minggu (12/7/2026) di usia 59 tahun.
Temon disebut meninggal dunia akibat serangan jantung. Pihak manajemen juga mengungkapkan bahwa sang komedian memiliki riwayat tekanan darah tinggi atau hipertensi.
Kabar kepergian Temon disampaikan oleh sahabat sekaligus partner komedinya, Abdel Achrian, melalui unggahan di media sosial. Dalam unggahan tersebut, Abdel membagikan foto kebersamaan mereka dan menyampaikan ungkapan duka serta doa untuk mendiang Temon.
Ucapan belasungkawa pun mengalir dari berbagai kalangan, mulai dari artis, komedian, hingga kreator konten. Mereka mengenang Temon sebagai sosok yang memiliki kontribusi besar dalam dunia komedi Indonesia.
Di balik kabar duka tersebut, serangan jantung dan hipertensi menjadi dua kondisi kesehatan yang perlu mendapat perhatian. Keduanya merupakan masalah kesehatan yang dapat saling berkaitan dan meningkatkan risiko gangguan pada jantung.
Serangan jantung atau infark miokard terjadi ketika aliran darah menuju otot jantung mengalami penyumbatan. Kondisi ini membuat jaringan otot jantung kekurangan oksigen sehingga dapat mengalami kerusakan.
Penyebab paling umum serangan jantung adalah penumpukan plak lemak di pembuluh darah koroner atau aterosklerosis. Ketika plak tersebut pecah dan membentuk gumpalan darah, aliran darah ke jantung dapat terhambat.
Beberapa gejala serangan jantung yang perlu diwaspadai antara lain nyeri atau rasa tertekan di dada, nyeri yang menjalar ke lengan, bahu, leher, rahang, atau punggung, hingga sesak napas. Ada juga gejala lainnya seperti keringat dingin, mual atau pusing, hingga tubuh terasa sangat lemas.
Namun, gejala serangan jantung tidak selalu sama pada setiap orang. Pada sebagian orang, terutama kelompok tertentu, gejalanya bisa muncul lebih ringan atau tidak khas.

Hipertensi adalah kondisi ketika tekanan darah berada di atas batas normal secara terus-menerus. Jika tidak terkontrol, tekanan darah tinggi dapat memberikan beban tambahan bagi jantung dan pembuluh darah.
Dalam jangka panjang, hipertensi dapat menyebabkan dinding pembuluh darah mengalami kerusakan, mempercepat pembentukan plak, serta meningkatkan risiko penyakit jantung koroner dan serangan jantung.
Banyak orang tidak menyadari dirinya mengalami hipertensi karena kondisi ini sering tidak menimbulkan gejala yang jelas. Karena itu, pemeriksaan tekanan darah secara rutin menjadi langkah penting untuk mendeteksi dan mengendalikan risikonya.
(Djanti Virantika)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.