Karena terus-menerus disalahkan dan dimanipulasi, korban akhirnya mulai menyalahkan diri sendiri. Mereka merasa tidak berguna dan berpikir bahwa merekalah sumber masalahnya.
Sering kali, pelaku juga membatasi korban untuk bekerja atau memegang uang. Tanpa modal atau tabungan sendiri, korban jadi bingung bagaimana cara menyambung hidup jika harus pergi.
Faktanya, momen saat memutuskan pergi justru menjadi waktu yang paling berbahaya. Pelaku sering mengancam akan bunuh diri, atau menyakiti anak-anak dan hewan peliharaan. Ancaman ini bikin korban merasa takut dan lumpuh untuk melangkah keluar.
Jangan pernah bertanya, “Kenapa kamu nggak pergi?” karena kalimat itu terdengar menghakimi. Gantilah dengan, “Aku ada di sini untukmu, apa yang bisa aku bantu agar kamu merasa aman?” Validasi perasaan mereka dan berikan ruang yang aman tanpa penghakiman.
Melepaskan diri dari kekerasan butuh waktu, keberanian yang luar biasa, dan dukungan sistem yang kuat. Jika kamu atau orang terdekatmu sedang berada dalam situasi ini, ingatlah bahwa kamu tidak sendirian dan pertolongan selalu tersedia. Kumpulkan dukungan dari orang terpercaya atau lembaga bantuan hukum dan pendampingan perempuan terdekat ketika kamu sudah merasa siap.
(Agustina Wulandari )
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.