Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mitos atau Fakta: Orang yang Rajin Olahraga Pasti Lebih Sehat?

Djanti Virantika , Jurnalis-Minggu, 21 Juni 2026 |14:05 WIB
Mitos atau Fakta: Orang yang Rajin Olahraga Pasti Lebih Sehat?
Tren olahraga tengah berkembang. (Foto: Freepik)
A
A
A

RUTIN berolahraga, seperti lari setiap minggu atau rajin jalan kaki, dipercaya sejumlah orang membuat tubuh pasti lebih sehat dibandingkan orang yang tidak berolahraga sama sekali. Namun, apakah anggapan ini benar?

Apakah hal tersebut hanya mitos belaka hingga seseorang perlu memperhatikan kondisi tubuh lebih lanjut meski sudah rajin berolahraga? Hal ini menarik diulas di tengah tren olahraga yang semakin pesat.

1. Sehat Tidak Hanya Ditentukan oleh Olahraga

Dokter dari RS Harapan Bunda, dr. Andi Sitti Tandina, dalam acara Morning Zone yang tayang di Youtube Okezone menegaskan bahwa anggapan itu adalah mitos belaka. Status kesehatan seseorang tidak bisa hanya dinilai dari kebiasaan olahraga saja.

Olahraga memang memiliki peran penting dalam menjaga kebugaran tubuh dan membantu mencegah berbagai penyakit. Namun, faktor kesehatan jauh lebih kompleks dan tidak bisa disederhanakan hanya dari satu aspek.

“Mitos. Jadi sehat itu kan bukan cuma dari faktor olahraga saja. Memang faktor olahraga itu salah satunya untuk mencegah penyakit-penyakit yang bisa terjadi, tapi nggak cuma itu,” ucap dr. Andi Sitti.

 

2. Faktor Lain yang Menentukan Kesehatan

5 Gerakan Olahraga di Rumah yang Simpel dan Efektif, Cocok untuk Jadwal Padat

Menurut penjelasan dr. Andi Sitti, ada banyak faktor lain yang turut memengaruhi kondisi kesehatan seseorang. Salah satunya soal pola makan.

Asupan makanan bergizi seimbang sangat berperan dalam menjaga daya tahan tubuh. Konsumsi makanan tinggi gula, lemak jenuh, dan rendah serat dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit meski seseorang rajin berolahraga.

Kemudian, ada juga faktor genetik dan riwayat kesehatan. Hipertensi, diabetes, atau penyakit jantung juga berpengaruh besar terhadap kondisi tubuh seseorang.

“Ada makanan, faktor makanan. Faktor riwayat sakit. Riwayat hipertensi, riwayat jantung. Jadi gak cuma dari olahraga saja. Jadi dari banyak faktor juga,” ujar dr. Andi Sitti.

Terakhir, ada faktor sstirahat yang cukup menjadi bagian penting dari gaya hidup sehat. Idealnya, seseorang membutuhkan waktu tidur sekitar 7–9 jam per hari agar tubuh dapat melakukan proses pemulihan secara optimal.

“Ada makanan, faktor makanan. Faktor riwayat sakit. Riwayat hipertensi, riwayat jantung. Jadi nggak cuma dari olahraga saja. Jadi dari banyak faktor juga,” tutupnya.

(Djanti Virantika)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement