JAKARTA – Perjalanan lintas negara yang dilakukan pesepeda asal Iran, Arezoo Eskandari, menarik perhatian publik. Demi mewujudkan impiannya menjelajahi Asia dengan sepeda, perempuan tersebut rela menjual mobil pribadinya dan menjalani kehidupan sederhana selama perjalanan.
Arezoo membagikan kisahnya saat menghadiri temu media di kawasan Jakarta Selatan, Senin (8/6/2026). Selama tujuh bulan terakhir, ia bersepeda seorang diri melintasi sejumlah negara di Asia sambil membawa pesan perdamaian dan persahabatan dari rakyat Iran.
Arezoo menjelaskan, perjalanan tersebut dimulai dari Beijing, China, tujuh bulan lalu. Dari sana, ia mengayuh sepeda melewati wilayah selatan China, Vietnam, Laos, Thailand, Malaysia, hingga akhirnya tiba di Indonesia.
“Saya memulai perjalanan saya tujuh bulan yang lalu dari China ke Beijing, lalu bersepeda ke selatan China, Vietnam, Laos, Thailand, Malaysia, dan sekarang di Indonesia,” ujar Arezoo.
Indonesia menjadi negara ketujuh yang disinggahinya dalam perjalanan tersebut. Ini juga merupakan kunjungan pertamanya ke Tanah Air. Meski baru lima hari berada di Indonesia, Arezoo mengaku terkesan dengan keramahan masyarakat setempat.
“Ini pertama kalinya saya ke Indonesia, baru sekitar lima hari. Orang Indonesia sangat baik, ramah, dan sopan,” tambahnya.
Dalam perjalanan itu, Arezoo mengusung pesan “Slow Life” atau hidup secara perlahan dan lebih sadar terhadap momen yang sedang dijalani. Menurutnya, banyak orang terlalu fokus pada masa lalu maupun masa depan hingga lupa menikmati kehidupan saat ini.
“Hidup pelan berarti melangkah perlahan, melihat lebih banyak, dan hidup lebih dalam. Jangan terlalu memikirkan masa lalu atau masa depan, nikmati saja masa sekarang,” ujarnya.
Selain menyampaikan pesan tersebut, Arezoo juga ingin memperkenalkan sisi lain Iran kepada masyarakat dunia. Ia berupaya mengenalkan budaya, kuliner, dan keindahan negaranya kepada orang-orang yang ditemuinya selama perjalanan.
“Saya membawa pesan perdamaian dari rakyat Iran. Saya ingin memperkenalkan budaya Iran, makanan, dan keindahannya kepada orang-orang yang saya temui,” katanya.
Selama tujuh bulan berkeliling Asia, Arezoo menghadapi berbagai tantangan, mulai dari ban sepeda yang kempis hingga kesulitan menemukan tempat beristirahat.
Menariknya, seluruh perjalanan tersebut dibiayai secara mandiri. Untuk mengumpulkan modal awal, ia bahkan menjual mobil pribadinya.
“Saya menjual mobil pribadi saya untuk modal awal perjalanan ini,” katanya.
Agar pengeluaran tetap terkendali, Arezoo memilih hidup sederhana selama di perjalanan. Ia tidur di tenda, memasak makanan sendiri, dan mengatur anggaran dengan ketat.
“Saya mengelola keuangan sendiri dengan sangat hemat. Jika uang saya habis, mungkin saya harus pulang, tapi saya berharap bisa menemukan dukungan di sepanjang jalan,” pungkasnya.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.