JAKARTA - Masturbasi masih sering dikaitkan dengan berbagai mitos seputar kesehatan reproduksi pria. Salah satu yang paling umum adalah anggapan bahwa terlalu sering masturbasi dapat menyebabkan kemandulan atau menurunkan kesuburan. Benarkah demikian?
Menurut berbagai penelitian, masturbasi pada umumnya tidak menyebabkan pria menjadi mandul. Kesuburan pria lebih dipengaruhi oleh kualitas sperma, kesehatan reproduksi, gaya hidup, serta kondisi medis tertentu dibandingkan frekuensi masturbasi semata.
Melansir laman Vinmec, masturbasi tidak terbukti memberikan dampak signifikan terhadap kemampuan seorang pria untuk memiliki keturunan. Pria yang melakukan ejakulasi secara teratur, baik melalui hubungan seksual maupun masturbasi, tetap dapat memiliki kualitas sperma yang normal.
Beberapa penelitian memang menunjukkan bahwa kualitas sperma bisa sedikit lebih optimal setelah pria tidak berejakulasi selama dua hingga tiga hari. Namun, penelitian lain menemukan bahwa ejakulasi harian tetap tidak menyebabkan penurunan kualitas sperma yang bermakna pada pria sehat.
Dengan kata lain, masturbasi bukan penyebab utama kemandulan pria.