Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tren Pendakian Meningkat, Menhut Siapkan Pembatasan Sesuai Daya Tampung Gunung

Yuwantoro Winduajie , Jurnalis-Jum'at, 05 Juni 2026 |09:05 WIB
Tren Pendakian Meningkat, Menhut Siapkan Pembatasan Sesuai Daya Tampung Gunung
Tren naik gunung meningkat. (Foto: Freepik)
A
A
A

JAKARTA Menteri Kehutanan RI, Raja Juli Antoni, menyoroti meningkatnya tren pendakian gunung. Hal ini dipicu fenomena fear of missing out (FOMO).

Menurutnya, tingginya antusiasme masyarakat untuk naik gunung perlu diimbangi dengan pengelolaan yang baik. Utamanya terkait aspek keselamatan dan daya dukung kawasan konservasi.

Segini Harta Kekayaan Menhut Raja Juli Antoni yang Kini Disorot Terkait Bencana Banjir Sumatera

1. Tren Pendakian Meningkat

Raja Juli mengatakan tren pendakian yang terus meningkat tidak boleh dibiarkan tanpa pengaturan. Pasalnya, hal itu berpotensi menimbulkan risiko kecelakaan maupun kerusakan lingkungan.

"Antusiasme ini luar biasa, harus kita kanalisasi, kita harus apresiasi, namun aspek safety juga penting," kata Raja Juli dalam acara Indonesia Outdoor Festival (Indofest) di Jakarta International Convention Center (JICC), Kamis (4/6/2026),

Raja Juli mencontohkan masih adanya wisatawan yang mendaki gunung tanpa persiapan memadai setelah membeli paket wisata murah.

"Saya dapat cerita ini misalkan banyak orang yang jalan-jalan ke Gili Trawangan kemudian diberikan paket murah naik Rinjani, kemudian pergi ke Gunung Rinjani tanpa peralatan yang cukup, tanpa pengetahuan yang cukup, sehingga akhirnya terjadilah apa yang tidak kita inginkan," ujarnya.

 

2. Regulasi Baru dari Kemenhut

Naik Gunung/Foto: Pexels

Karena itu, Kementerian Kehutanan berupaya menerapkan pengaturan berdasarkan daya tampung dan daya dukung kawasan gunung. Hal ini dilakukan demi pengalaman pendakian tetap aman dan nyaman.

"Kita tidak ingin membatasi hak individu untuk naik gunung, tetapi kalau tidak kita kelola secara baik, tidak ada bedanya mal dengan Gunung Gede Pangrango, macet," ujar Raja Juli.

Selain keselamatan, Raja Juli juga menekankan pentingnya membangun budaya zero waste dan zero accident di kawasan pendakian. Menurut dia, kebiasaan membuang sampah sembarangan masih menjadi persoalan yang harus ditangani melalui peningkatan kesadaran dan penegakan aturan.

"Jangan lihat Rinjani dari jauh yang indah tapi lihat sampah-sampah yang menumpuk karena kenakalan para pendaki yang tidak taat. Enforcement akan kita lakukan agar semua tertib," tutupnya.

(Djanti Virantika)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement