ANGGAPAN bahwa minum es jeruk atau air es setelah makan gulai, rendang, atau daging berlemak bisa membuat lemak membeku di dalam perut dan usus masih berkembang di masyarakat. Lantas, apakah hal itu benar atau sekadar mitos belaka?
Ternyata, pandangan itu tidak sesuai dengan cara kerja sistem pencernaan manusia. Dokter spesialis penyakit dalam dari Rumah Sakit Premier Jatinegara, dr. Dwi Rendra Hadi, Sp.PD, dalam acara Morning Zone di Youtube Okezone, pun memberikan penjelasannya.

dr. Rendra menegaskan bahwa anggapan tersebut hanyalah mitos semata. Tubuh manusia memiliki sistem pencernaan yang bekerja pada suhu stabil, yaitu sekitar suhu inti tubuh 37 derajat Celsius.
Artinya, makanan maupun minuman yang masuk akan segera menyesuaikan dengan kondisi suhu di dalam tubuh. Menurut dr. Rendra, minuman dingin tidak akan bertahan lama dalam kondisi dingin di dalam lambung.
“Rasanya kita kalau makan daging kambing atau sapi (minumnya) pakai air es ya, tapi kolesterol tetap tinggi. Jadi itu mitos,” ujar dr. Rendra.

Ketika air es diminum, tubuh akan menyesuaikan suhunya secara alami. Minuman tersebut akan menghangat dalam hitungan menit setelah masuk ke lambung, sehingga tidak ada proses “pembekuan lemak” seperti yang sering dikhawatirkan.
“Jadi tubuh beda sistem kerjanya. Mungkin ini berawal dari kalau kita lihat video lemak yang dibekukan terlihat ikut mengeras, tapi di dalam tubuh, suhu akan menyesuaikan dengan lambung dan usus,” tutur dr. Rendra
Perlu dipahami bahwa kenaikan kolesterol tidak dipengaruhi oleh suhu minuman setelah makan, melainkan oleh pola makan jangka panjang. Konsumsi makanan tinggi lemak jenuh secara berlebihan dalam waktu lama lebih berpengaruh terhadap kadar kolesterol dibandingkan minuman dingin.
(Djanti Virantika)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.