PERNAHKAH kamu melihat ada susu yang dipajang terpisah dengan produk susu lainnya di supermarket? Jika pernah, jangan sampai heran karena susu tersebut bisa jadi adalah fresh milk pasteurisasi.
Lantas, apa fresh milk pasteurisasi? Mengapa susu tersebut harus diletakkan terpisah dari susu lainnya? Mari simak penjelasannya.

Dokter umum sekaligus influencer kesehatan, dr. Gia Pratama dalam unggahan video di akun Instagram pribadinya mengatakan, fresh milk pasteurisasi memiliki perbedaan dengan susu UHT pada umumnya meskipun secara tampilan terlihat sama. Susu UHT sendiri sering dibeli masyarakat di supermarket atau minimarket.
“Semua terlihat seperti susu tapi tapi prosesnya bisa berbeda. Karena ada yang namanya fresh milk pasteurisasi. Ada juga susu UHT atau susu steril yang sering kita lihat di pasaran,” kata dr. Gia, dikutip Minggu (24/5/2026).
dr. Gia menjelaskan bahwa ada beberapa perbedaan antara fresh milk pasteurisasi dengan susu UHT biasa. Perbedaan itu terletak pada proses pengolahannya, di mana fresh milk pasteurisasi dipanaskan terlebih dahulu untuk mengurangi bakteri jahat. Selain itu, prosesnya juga dibuat secara minimal agar kesegaran dan nutrisi alaminya tetap terjaga.
“Nah, karena prosesnya minimal, susu jenis ini harus selalu disimpan di kulkas. Tujuannya sederhana supaya kesegaran kualitas dan keamanan susunya tetap terjaga saat dikonsumsi keluarga,” jelas dia.

Lantas mengapa fresh milk pasteurisasi disimpan di tempat berbeda di minimarket atau supermarket? Fresh milk pasteurisasi harus disimpan di suhu ruangan yang dingin agar dapat dikonsumsi secara aman.
Di sisi lain, dr. Gia juga mengimbau agar masyarakat tetap teliti dalam memilih fresh milk pasteurisasi. Ia menyarankan agar masyarakat memilih fresh milk pasteurisasi dengan kandungan 100 persen susu segar tanpa campuran apa pun.
“Susu fresh milk pasteurisasi memang berbeda dengan susu UHT dan susu steril yang umumnya diproses dengan suhu yang lebih tinggi. Nah, untuk fresh milk pasteurisasi, kita juga perlu lebih cermat memilih, pilih yang benar-benar 100 persen susu segar tanpa campuran apapun,” tutur dr. Gia.
Selain itu, masyarakat juga harus melihat terlebih dahulu sumber serta proses pengolahan dari fresh milk pasteurisasi. Pastikan susu tersebut diolah dengan higenis dengan sentuhan tangan yang minim agar susu tersebut aman dikonsumsi.
“Lihat juga sumber susunya. Lebih baik berasal dari sapi berkualitas dari peternakan yang terjaga dan diproses secara higienis. Idealnya proses produksinya juga minim sentuhan tangan supaya kualitas dan kebersihannya tetap terjaga,” pungkas dia.
(Djanti Virantika)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.