KABAR membanggakan datang dari penyanyi dan pengusaha, Ashanty, yang resmi menyelesaikan pendidikan doktoralnya di Universitas Airlangga. Keberhasilan Ashanty meraih gelar S3 pun langsung mendapat banyak apresiasi dari publik.
Ashanty dinilai menjadi inspirasi bagi perempuan untuk terus belajar. Dia menunjukkan bahwa perempuan bisa berkembang di tengah berbagai peran dalam kehidupan. Apalagi, Ashanty menyelesaikan studinya di usia yang sudah berkepala 4, tepatnya di umur 42 tahun.

Ya, Ashanty kini resmi menyandang gelar doctor usai menyelesaikan pendidikan S3 di Universitas Airlangga. Istri dari Anang Hermansyah itu mengambil Program Studi Pengembangan Sumber Daya Manusia.
Ashanty resmi lulus usai menyelesaikan ujian terbuka pada Rabu 13 Mei 2026. Di balik pencapaiannya tersebut, Ashanty mengaku perjalanan menempuh pendidikan doktoral bukanlah hal mudah.
Sebagai seorang ibu, istri, artis, sekaligus pebisnis, ia harus membagi waktu di tengah jadwal yang padat. Bahkan, tekanan selama menjalani proses akademik sempat membuatnya berada di titik hampir menyerah.
Ashanty menceritakan bahwa salah satu momen paling menegangkan terjadi saat dirinya menjalani ujian tertutup bersama 10 penguji. Selama dua jam, ia harus menghadapi berbagai pertanyaan dan revisi yang membuat mentalnya sempat down.
“Kalau lebih gila stresnya itu pas ujian tertutup, karena itu gila dua jam itu aku di-wow. Ujian tertutup itu sama 10 penguji,” ujar Ashanty.
“Ada momen manusia bisa blank, tapi Allah baik banget, aku ngerasa lancar menjawab jadi mereka juga ngerasa ya layak lah,” lanjutnya.

Keberhasilan Ashanty menyelesaikan pendidikan hingga jenjang doktor dinilai menjadi bukti bahwa perempuan tetap bisa mengejar pendidikan tinggi, meski memiliki banyak tanggung jawab dalam keluarga. Semangatnya juga menjadi pengingat bahwa proses belajar tidak mengenal usia.
Tak hanya menjadi pencapaian pribadi, Ashanty berharap ilmu yang dimilikinya bisa bermanfaat bagi orang lain. Bahkan, setelah resmi lulus S3, ia mengaku sudah mendapat tawaran untuk mengajar di beberapa kampus di Solo dan Jakarta.
“Insya Allah habis wisuda Juni, Juli aku udah disuruh ngajar di Solo terus di Jakarta. Tapi aku bilang ngajarnya anak semester satu dulu ya,” tutur Ashanty.
Kisah Ashanty pun menjadi inspirasi bagi banyak perempuan Indonesia untuk terus berkembang dan memperluas wawasan. Berapa pun usianya, perempuan tidak boleh berhenti belajar di tengah berbagai peran yang dijalani dalam kehidupan sehari-hari.
(Djanti Virantika)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.