Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

POGI Siap Edukasi Kesehatan Perempuan lewat Youth SPRIN

Niko Prayoga , Jurnalis-Kamis, 14 Mei 2026 |16:00 WIB
 POGI Siap Edukasi Kesehatan Perempuan lewat Youth SPRIN
POGI siap edukasi kesehatan perempuan lewat Youth SPRIN. (Foto: dok Niko Prayoga/Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Isu kesehatan perempuan di Indonesia masih jadi sorotan. Persoalan perempuan dan anak jadi prioritas dalam ranah kesehatan dan mengajak generasi muda untuk berperan aktif dalam mensosialisasikannya. Untuk itu, Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) meluncurkan Youth SPRIN.

Peluncuran tersebut digelar di The Grand Padel Jakarta pada Kamis, 14 Mei 2026 dan dihadiri langsung oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifatul Choiri Fauzi, Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Veronica Tan serta Ketua POGI dr. Budi Wiweko.

Apa itu Youth SPRIN?

Youth SPRIN merupakan salah satu dari empat pilar program SPRIN (Selamatkan peRempuan INdonesia) yang digagas POGI bersama dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga. Pilar tersebut menggandeng dan mengkader para anak muda untuk menjadi edukator kesehatan perempuan dan anak yang lebih adaptif, inklusif dan relevan.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifatul Choiri Fauzi mengatakan, perempuan dan anak memiliki peran strategis dalam keluarga. Hal itu dilihat berdasarkan data BPS yang menunjukan populasi perempuan saat ini mencapai 49,83 persen dan anak-anak mencapai 31 persen. Dengan posisi tersebut, maka kesehatan terhadap perempuan dan anak harus menjadi prioritas.

“Karena perempuan adalah pilar utama dalam keluarga. Perempuan yang akan melahirkan generasi-generasi berkualitas. Kalau perempuannya sehat, bangsanya akan kuat karena didukung juga oleh generasi yang sehat,” kata Arifatul, Kamis (14/5/2026).

Terlebih, lanjutnya, saat ini kesehatan terhadap perempuan tengah menjadi perhatian lebih, di mana per 30 menit terdapat ibu yang meninggal akibat melahirkan dan per 20 menit terdapat perempuan yang meninggal karena kanker serviks. Untuk itu, edukasi kesehatan terhadap perempuan harus digalakan salah satunya melalui generasi muda dengan pendekatan yang lebih relevan dan inklusif.

“Saya melihat ini sebuah gerakan mengajak semua pihak dari dewasa, orang tua, dan anak-anak menumbuhkan kesadaran untuk menjaga kesehatan dalam keluarga,” ucapnya. 

Edukasi Kesehatan Perempuan lewat SPRIN

Youth SPRIN
Youth SPRIN merekrut para anak muda sebagai duta program SPRIN untuk mengedukasi kesehatan perempuan di Indonesia. (Foto: dok Niko Prayoga/Okezone)

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement