JAKARTA - Hipotermia pada anak-anak terjadi ketika tubuh kehilangan panas lebih cepat, sehingga suhu inti tubuh turun di bawah 35°C. Hilangnya panas tubuh pada anak, terutama bayi dan balita, cenderung lebih cepat daripada orang dewasa.
Dilansir dari Mayo Clinic, dalam beberapa kasus, hipotermia yang tidak terduga dapat menjadi gejala infeksi bakteri serius (sepsis), bukan sekadar akibat paparan lingkungan. Sepsis adalah kondisi darurat yang dapat mengancam jiwa, terjadi ketika respons tubuh terhadap infeksi justru berbalik merusak jaringan dan organ sendiri.
Saat bersama si Kecil, orang tua wajib mengenali kondisi hipotermia pada anak yang disebabkan oleh beberapa hal, antara lain:
Anak yang sedang bermain di luar ruangan biasanya lupa waktu dan menikmati aktivitasnya bersama teman. Saking menikmatinya, mereka tak sadar cuaca yang dingin dan bahkan telah berkeringat berlebihan. Aktivitas inilah yang memicu hipotermia saat di luar ruangan dalam cuaca dingin, berangin, atau basah terlalu lama.
Saat aktivitas di luar ruangan, biasanya orang tua tak selalu memantau kegiatan buah hatinya. Kondisi terjatuh ke dalam air, misalnya saat kecelakaan perahu atau bermain di dekat air dingin bisa menjadi penyebab hipotermia jika tak segera ditangani.
Pakaian yang lembab dan basah dipakai terlalu lama di lingkungan yang dingin, biasanya daerah pegunungan, juga penyebab hipotermia yang dialami pada anak.
Dalam aktivitas di luar ruangan, seperti berjalan atau menginap di alam bebas, perlu memakai pakaian yang hangat. Jika tidak mengenakan lapisan pakaian yang cukup atau perlengkapan pelindung yang memadai dalam suhu rendah, maka kemungkinan kondisi tubuh mengalami hipotermia akan lebih besar.
Kondisi kehilangan panas tubuh ini juga bisa terjadi jika tinggal atau tidur di rumah yang kurang pemanas dan suhu yang dingin.
Faktor fisik seperti kelelahan, dehidrasi, atau lemak tubuh yang rendah cenderung mengurangi kemampuan tubuh untuk mempertahankan kehangatan, sehingga kemungkinan terkena hipotermia akan lebih rentan.
Untuk menjaga tubuh tetap hangat saat cuaca dingin, ingatlah penutup tubuh hangat, hindari aktivitas berlebihan, lapisan pakaian, dan tetap kering.
- Kenakan topi atau penutup kepala lainnya untuk mencegah panas tubuh hilang melalui kepala, wajah, dan leher. Tutupi tangan dengan sarung tangan tanpa jari (mittens) daripada sarung tangan biasa.
- Hindari aktivitas yang menyebabkan banyak keringat. Kombinasi pakaian basah dan cuaca dingin dapat menyebabkan tubuh kehilangan panas lebih cepat.
- Kenakan pakaian longgar, berlapis, dan ringan. Pakaian luar yang terbuat dari bahan anyaman rapat dan tahan air paling baik untuk perlindungan dari angin. Lapisan dalam dari wol, sutra, atau polipropilen menahan panas tubuh lebih baik daripada katun.
- Jaga selalu tubuh tetap kering. Jika pakaian basah digunakan, segera ganti dengan pakaian kering dan nyaman.
(Agustina Wulandari )
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.