
Kementerian Kesehatan bersama Dinas Kesehatan juga melakukan investigasi epidemiologi. Pihaknya melakukan pemeriksaan untuk mengetahui sumber paparan dan memastikan penanganan berjalan sesuai prosedur.
Pemerintah juga terus melakukan koordinasi dengan fasilitas kesehatan terkait pemantauan kasus. Sementara itu, Kemenkes menjelaskan hantavirus biasanya ditularkan melalui tikus, terutama dari urine, air liur, atau kotoran tikus yang terinfeksi.
Virus dapat masuk ke tubuh ketika seseorang menghirup partikel yang terkontaminasi. Karena itu, masyarakat diimbau menjaga kebersihan lingkungan dan menghindari kontak langsung dengan tikus liar.
Selain itu, meski kasus hantavirus menjadi perhatian publik, Kementerian Kesehatan meminta masyarakat tidak panik. Pemerintah memastikan pemantauan dan pengendalian kasus terus dilakukan agar situasi tetap terkendali.
(Djanti Virantika)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.