Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Penanganan Stroke Terus Berkembang, Dokter: Kecepatan Jadi Kunci Selamatkan Pasien

Kurniasih Miftakhul Jannah , Jurnalis-Minggu, 10 Mei 2026 |14:03 WIB
Penanganan Stroke Terus Berkembang, Dokter: Kecepatan Jadi Kunci Selamatkan Pasien
Penanganan Stroke Terus Berkembang, Dokter: Kecepatan Jadi Kunci Selamatkan Pasien (Foto: Freepik)
A
A
A

JAKARTA - Stroke masih menjadi salah satu penyebab kematian dan kecacatan tertinggi di Indonesia. Banyak pasien mengalami disabilitas permanen akibat terlambat mendapatkan penanganan medis saat serangan stroke terjadi.

Dokter mengingatkan bahwa stroke merupakan kondisi darurat medis yang membutuhkan penanganan secepat mungkin. Dalam kasus stroke iskemik akut, aliran darah menuju otak terganggu sehingga sel-sel otak dapat rusak hanya dalam hitungan menit.

Karena itu, kesiapan rumah sakit dalam menangani pasien stroke menjadi faktor penting untuk meningkatkan peluang pemulihan pasien dan menekan risiko kecacatan jangka panjang. Hospital Director Siloam Hospitals Lippo Village, dr. Erick Prawira Suhardhi, MARS mengatakan kecepatan menjadi faktor paling menentukan dalam penanganan stroke. Perkembangan layanan stroke di Indonesia kini mulai menunjukkan kemajuan. Salah satunya ditandai dengan adanya rumah sakit di Indonesia yang berhasil memperoleh sertifikasi internasional untuk penanganan stroke iskemik akut dari Joint Commission International (JCI).

“Dalam penanganan stroke, kecepatan dan ketepatan sangat krusial. Sertifikasi ini menunjukkan bahwa sistem kami mampu memberikan respon yang cepat, terkoordinasi, dan sesuai standar internasional, sehingga dapat meningkatkan peluang pemulihan pasien secara signifikan,” ujar dr. Erick.

Menurutnya, penanganan stroke tidak hanya bergantung pada dokter saraf, tetapi juga membutuhkan kerja sama berbagai tenaga medis mulai dari radiologi, ICU, bedah saraf hingga rehabilitasi medik.

Kolaborasi tim multidisiplin dan penggunaan teknologi medis yang memadai dinilai penting agar pasien bisa segera mendapatkan diagnosis dan tindakan yang sesuai.

“Kolaborasi tim dan kesiapan teknologi menjadi kunci utama. Kami memastikan setiap pasien mendapatkan penanganan yang optimal sejak fase akut hingga pemulihan,” tambahnya.

Di Indonesia sendiri, kesadaran masyarakat terhadap gejala stroke masih menjadi tantangan. Banyak pasien datang ke rumah sakit setelah kondisi memburuk sehingga peluang pemulihan menjadi lebih kecil.

Padahal, gejala stroke perlu dikenali sedini mungkin, seperti wajah mencong, bicara pelo, kelemahan pada salah satu sisi tubuh, sakit kepala hebat mendadak, hingga penurunan kesadaran.

Dokter mengingatkan masyarakat untuk segera membawa pasien ke fasilitas kesehatan apabila mengalami tanda-tanda tersebut, karena penanganan dini dapat membantu mencegah kerusakan otak permanen.

Selain penanganan cepat, upaya pencegahan stroke juga penting dilakukan melalui pengendalian tekanan darah, menjaga kadar gula darah, berhenti merokok, rutin berolahraga, serta menjaga pola makan sehat.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement