BANYAK orangtua sering kali merasa bingung saat membaca tabel komposisi pada label vitamin anak. Utamanya ketika melihat angka persentase Angka Kecukupan Gizi (AKG) seperti kandungan zinc dan vitamin C karena tidak mencapai angka penuh atau 100 persen.
Dokter Spesialis anak, dr. Lucky Yogasatria, dalam unggahan video di Instagram pribadinya menjelaskan bahwa fenomena ini bukanlah sebuah kesalahan formulasi. Melainkan pengaturan takaran yang cukup dan sesuai dengan kebutuhan anak.

"Enggak selalu makin mendekati 100% itu semakin bagus. Karena tubuh anak itu enggak kayak kerjain ceklis gitu,” kata dr. Lucky, dikutip Jumat (24/4/2026).
Menurut dr. Lucky, penyusunan formula suplemen untuk anak melibatkan pertimbangan yang sangat kompleks, melampaui sekadar angka kecukupan. Kandungan dalam vitamin anak harus dipastikan tidak memberikan efek samping negatif bagi kesehatan anak jika digunakan dalam jangka panjang.
“Dan formula vitamin anak itu juga enggak cuma mikir berapa persennya. Tapi juga mikir aman enggak nih kalau dikonsumsi rutin? Nyaman enggak di lambung? Dan jangan sampai berlebihan,” ucap dr. Lucky.
Terlebih, konsep dasar suplemen anak itu berfungsi sebagai pendamping. Suplemen bukan sumber nutrisi utama yang menggantikan asupan dari pola makan sehari-hari sehingga ada batasan kandungan di dalamnya.
“Suplemen anak itu memang tugasnya melengkapi, bukan menggantikan semua kebutuhan dari makanan. Makanya komposisi vitamin anak itu sering dibuat tidak rata semua,” tutur dr. Lucky.

Ia mejelaskan bahwa meski kandungan zinc sangat bermanfaat bagi anak, namun kadar yang terlalu tinggi justru dapat menjadi bumerang bagi kesehatan anak. Hal itu bisa saja menyebabkan gangguan kesehatan seperti mual, muntah, nyeri perut sampai nafsu makan yang turun.
“Zinc juga enggak bisa asal dinaikin. Kalau berlebihan bisa bikin mual, muntah, nyeri perut, nafsu makan malah turun,” beber dia.
Bahkan, dalam jangka panjang, zinc bisa mengganggu keseimbangan mineral lainnya di dalam tubuh. Jika dosis tinggi ini terus dipaksakan, risiko kesehatan yang lebih serius dapat mengintai anak.
“Kalau tinggi terus dalam jangka waktu yang lama bahkan bisa mengganggu penyerapan tembaga dan justru menurunkan fungsi imun,” cetus dr. Lucky.
Sama hal nya dengan zinc, kandungan Vitamin C dalam suplemen anak juga tidak dimakan 100 persen. Sebab, dosis yang terlalu tinggi dapat memicu gangguan pencernaan pada anak. Seperti diare, mual, kembung bahkan sampai perut keram.
(Djanti Virantika)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.