Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Respons Orangtua soal Pembatasan TikTok hingga Roblox untuk Anak 

Ravie Wardani , Jurnalis-Minggu, 29 Maret 2026 |16:13 WIB
Respons Orangtua soal Pembatasan TikTok hingga Roblox untuk Anak 
Respons Orangtua soal Pembatasan TikTok hingga Roblox untuk Anak. (Foto: Ravie Wardani/Okezone)
A
A
A

Jamal lalu menceritakan tantangannya mengawasi anak di tengah gempuran konten TikTok dan game seperti Roblox. "Sekarang aja anak saya nih udah baru mau mengenal gadget, aduh masya Allah gitu, nanganinnya itu lumayan juga repot," tuturnya. 

Kesulitan terbesar yang dirasakan Jamal adalah dilema saat harus bersikap tegas. Di satu sisi ia ingin melarang, namun di sisi lain ia tidak tahan melihat reaksi sang anak. 

"Kalau kita bilangin dia ngerengek gitu kan. Kalau kita larang ngerengek, kalau kita biarin makin parah, iya gitu aja," bebernya. 

Jamal dan sang istri pun mendukung langkah pemblokiran maupun pembatasan tersebut. 

Dia menilai, hal ini sebagai angin segar bagi para orangtua dalam mendidik anak. "Malahan kalau menurut saya itu bagus gitu ya. Iya, sangat mendukung iya," tegas Jamal. 

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, menyebut dua platform yang mulai dibatasi untuk anak di antaranya X dan Bigo Live.

Sementara itu, dua platform lain seperti TikTok dan Roblox juga menunjukkan sikap kooperatif. TikTok sendiri akan menonaktifkan akun di bawah usia 16 tahun, sementara Roblox siap melakukan penyesuaian fitur bagi anak di bawah 13 tahun.

(Rani Hardjanti)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement