Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Menkes Budi Dukung Ibu-Ibu Jewer Suami yang Gak Kasih Uang Belanja Tapi Beli Rokok 

Mei Sada Sirait , Jurnalis-Kamis, 29 Januari 2026 |16:11 WIB
 Menkes Budi Dukung Ibu-Ibu Jewer Suami yang Gak Kasih Uang Belanja Tapi Beli Rokok 
Menkes Budi Dukung Ibu-Ibu Jewer Suami yang Gak Kasih Uang Belanja Tapi Beli Rokok. (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin kembali mengingatkan bahaya merokok bagi kesehatan. Menkes Budi mengingatkan para istri di rumah untuk menegur suami agar berhenti merokok.

Dia menjelaskan, satu bungkus rokok seharga Rp30 ribu setara dengan harga 16 butir telur. Telur tersebut dapat dikonsumsi seluruh anggota keluarga dan memiliki kandungan nutrisi yang baik bagi tubuh.

“Ibu-ibu, saya dukung untuk omelin suaminya yang masih bandel merokok. Satu bungkus rokok buat suami itu harganya Rp30 ribu. Satu bungkus telur ayam untuk seluruh keluarga harganya juga Rp30 ribu,” ujarnya, dalam konten Budi Gemar Sharing (BGS) di Reels Instagram yang diunggah pada Rabu (28/1/2026), 

Budi mengaku kerap mendengar keluhan masyarakat terkait masalah ekonomi yang menjadi penyebab anak mengalami kurang gizi hingga stunting. Padahal, menurutnya, paparan asap rokok di lingkungan rumah juga menjadi faktor penyebab masalah tersebut.

Budi menegaskan bahwa satu bungkus rokok hanya berisi penyakit. Hal itu, kata dia, sudah jelas tergambar pada kemasan rokok.

“Satu bungkus rokok ini isinya penyakit semua. Kita kan lihat tuh, sudah ada di gambarnya, penyakit semua!” ujarnya.

 

Ia memberi contoh, satu bungkus rokok seharga Rp30 ribu pasti habis hanya dalam satu hari. Sementara itu, satu bungkus telur dengan harga yang sama dapat dikonsumsi seluruh anggota keluarga, bahkan lebih dari satu hari.

Untuk itu, Budi mengimbau agar para istri bersikap lebih tegas. Ia berharap jatah rokok suami dapat dialihkan menjadi jatah gizi bagi anak-anak.

Ajakan Menkes tersebut sejalan dengan kampanye gaya hidup sehat yang terus digencarkan Kementerian Kesehatan melalui berbagai program edukasi publik. Dalam banyak kesempatan, Budi Gunadi Sadikin secara konsisten mengajak masyarakat berhenti merokok dan mengganti pola konsumsi tidak sehat dengan pilihan makanan bergizi tinggi.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk mengalokasikan anggaran keluarga pada pengeluaran yang mendukung kesehatan jangka panjang. Pesan ini pun mendapat respons luas di media sosial. Banyak warganet menilai Budi tidak hanya melarang kebiasaan buruk, tetapi juga memberikan alternatif solusi yang lebih baik.

“Ini bapak Menkes terkeren sampai saat ini. Nggak hanya melarang kebiasaan buruk, tapi ngasih alternatif solusi dengan budaya yang lebih baik. Keren, Pak, jangan lelah menginspirasi kami,” tulis akun akhn a.saefuddin.official.

“Suka sama konten-konten edukasinya, Pak Menkes, menarik,” tulis akun rinikaida.

(Rani Hardjanti)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement