JAKARTA – Komedian Sule mengungkap alasan di balik tubuhnya yang kini terlihat lebih kurus. Penampilan tersebut rupanya menjadi target baru di 2026 dalam menjalani pola hidup sehat.
Pemilik nama asli Entis Sutisna itu mengaku tengah menjalani diet ketat. Ia bahkan rela berhenti mengonsumsi nasi demi menjaga berat badan tetap stabil.
“Iya, karena gue diet,” ujar Sule saat ditemui di kawasan Warung Buncit, Jakarta Selatan, belum lama ini.
Untuk memenuhi kebutuhan karbohidrat, Sule memilih nasi merah dengan porsi terbatas.
“Nggak makan nasi. Kalau makan nasi juga nasi merah. Cuma capek satu-satu harus nge-dietin,” kata Sule.
Sule menyebut diet tersebut baru dijalaninya belakangan ini. Keputusan itu diambil tanpa alasan khusus, lebih karena kesadaran diri untuk hidup lebih sehat di usia yang tak lagi muda.
“Nggak ada alasan sih. Maksudnya kan umur semakin bertambah, pola makan tuh harus diatur. Kalau kayak gitu pengennya enak-enak terus, jeroan, gulai, yang manis-manis. Jadi agak dikurangi,” jelasnya.
Usahanya pun membuahkan hasil signifikan. Kini, Sule mengaku berat badannya turun hingga 9 kilogram.
“Turun 9 kilo. Dari 83 sekarang tuh 74-an lah,” ungkapnya.
Selain mengurangi nasi, Sule juga mulai membatasi konsumsi gula dan kopi. Jika sebelumnya bisa menghabiskan hingga delapan gelas kopi sehari, kini ia hanya minum dua gelas.
“Kopi bisa satu hari delapan gelas, sekarang paling dua gelas. Pagi sama malam,” katanya.
Diet tersebut juga diyakini membantu mengurangi kambuhnya asam urat yang sempat membuat sendi-sendinya terasa pegal dan kebas.
“Kadang kebas, kadang kayak kesetrum, macam-macam lah,” ujar Sule.
Tak hanya mengatur pola makan, mantan suami Nathalie Holscher itu juga rutin berolahraga, salah satunya dengan bermain bulu tangkis.
“Badminton dong. Masih kuat pegang raket,” tutupnya.
Sebelumnya, Sule sempat mengalami sakit tifus dan harus menjalani perawatan. Ia bahkan sempat diisukan meninggal dunia. Namun, Sule membantah tegas kabar tersebut. Adapun soal penyakit yang diidapnya, Sule mengaku tidak pernah menceritakannya kepada anak-anak maupun orang lain.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)