Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Super Flu Rentan Menyerang Anak-Anak, Ini Penjelasannya

Annastasya Rizqa , Jurnalis-Selasa, 06 Januari 2026 |10:28 WIB
Super Flu Rentan Menyerang Anak-Anak, Ini Penjelasannya
Superflu Rentan Menyerang Anak-Anak, Ini Penjelasannya (Foto: Freepik)
A
A
A

JAKARTA – Kasus super flu atau Subclade K mulai teridentifikasi di Indonesia. Fenomena ini menjadi sorotan publik karena didominasi menyerang anak-anak.

Data Kementerian Kesehatan RI mencatat terdapat 62 kasus yang tersebar di delapan provinsi hingga akhir Desember 2025. Jumlah terbanyak ditemukan di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat, serta mayoritas pasien merupakan perempuan dan anak-anak.

“Anak kecil, khususnya di bawah 5 tahun, memang merupakan kelompok berisiko tinggi terhadap infeksi yang ditularkan melalui saluran pernapasan karena dari sisi imunitas yang masih berkembang,” ungkap Ahli Epidemiologi Dicky Budiman, dikutip Selasa (6/1/2026).

Dicky Budiman mengungkapkan, imunitas anak yang masih belum sempurna menjadi alasan superflu kerap menyerang anak-anak, terutama di musim liburan.

“Mereka ini cenderung rawan karena dari sisi imunitas yang masih berkembang, ditambah lagi apabila orang tua atau pengasuhnya kurang paham dan membawa anak bepergian ke berbagai tempat, liburan ke sana-sini,” paparnya.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengungkapkan situasi influenza A(H3N2) subclade K di Indonesia hingga akhir Desember 2025 masih dalam kondisi terkendali dan tidak menunjukkan peningkatan tingkat keparahan dibandingkan clade maupun subclade influenza lainnya.

Direktur Penyakit Menular Kemenkes RI, dr. Prima Yosephine, menjelaskan bahwa secara global peningkatan kasus influenza A(H3) mulai terpantau di Amerika Serikat sejak minggu ke-40 tahun 2025, seiring masuknya musim dingin. Subclade K sendiri pertama kali diidentifikasi oleh Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat pada Agustus 2025 dan hingga kini telah dilaporkan di lebih dari 80 negara.

“Berdasarkan penilaian WHO dan data epidemiologi yang tersedia, influenza A(H3N2) subclade K tidak menunjukkan peningkatan tingkat keparahan. Gejala yang muncul umumnya serupa dengan flu musiman, seperti demam, batuk, pilek, sakit kepala, dan nyeri tenggorokan,” ujar dr. Prima.

Di Indonesia, hasil surveilans juga menunjukkan bahwa influenza A(H3) merupakan varian dominan. Tren kasus influenza nasional tercatat menurun dalam dua bulan terakhir.

Berdasarkan pemeriksaan whole genome sequencing (WGS) yang diselesaikan pada 25 Desember 2025, subclade K terdeteksi sejak Agustus 2025 melalui sistem surveilans sentinel ILI-SARI di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.

“Hingga akhir Desember 2025, tercatat 62 kasus influenza A(H3N2) subclade K yang tersebar di delapan provinsi, dengan jumlah terbanyak di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat. Mayoritas kasus terjadi pada perempuan dan kelompok usia anak,” jelasnya.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement