Pasien diabetes tipe 5 biasanya kurus, memiliki kadar gula darah tinggi, namun tidak menunjukkan resistensi insulin. Gejala lain meliputi kelelahan, penurunan berat badan, dan kesulitan dalam mengatur kadar gula darah.
Karena kemiripannya dengan tipe lain, banyak pasien yang tidak mendapatkan diagnosis dan pengobatan yang tepat, yang dapat berakibat fatal dalam waktu kurang dari setahun setelah diagnosis.
IDF sendiri telah membentuk kelompok kerja untuk mengembangkan panduan diagnosis dan pengobatan khusus untuk diabetes tipe 5.
Pendekatan pengobatan yang disarankan meliputi diet tinggi protein dan rendah karbohidrat, serta suplementasi mikronutrien.
Namun, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menetapkan protokol pengobatan yang efektif.
Pengakuan resmi terhadap diabetes tipe 5 membuka jalan bagi peningkatan kesadaran, diagnosis yang lebih akurat, dan pengembangan pengobatan yang sesuai.
Bagi negara-negara berkembang seperti Indonesia, ini menjadi panggilan untuk memperkuat program gizi dan kesehatan anak serta remaja guna mencegah dan menangani kondisi ini sejak dini.
(Kemas Irawan Nurrachman)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.