"Panas yang tak pernah berakhir telah dikombinasikan dengan curah hujan yang rendah untuk mengubah ekosistem yang berharga ini menjadi kotak api yang sangat mudah terbakar," ungkap peneliti dari Imperial College London, Clair Barnes.

"Selama dunia membakar bahan bakar fosil, risiko kebakaran hutan yang dahsyat akan terus meningkat di Amazon dan Pantanal," tambahnya.
Kekeringan telah menyebabkan Sungai Amazon berada di level terendah, yang akan mengancam 47 juta orang yang tinggal di sekitarnya. Musim kemarau juga menyebabkan kebakaran tak terkendali di wilayah Brasil, Ekuador, Kolombia, dan Peru, yang sering kali dipicu oleh pembukaan lahan pertanian.
(Rizka Diputra)