Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Wisma Tumapel, Bangunan Ikonik Tempat Menginap Pejabat Belanda yang Kental Aura Mistis

Avirista Midaada , Jurnalis-Jum'at, 20 September 2024 |11:05 WIB
Wisma Tumapel, Bangunan Ikonik Tempat Menginap Pejabat Belanda yang Kental Aura Mistis
Wisma Tumapel di Kota Malang, Jawa Timur (Foto: Avirista Midaada/Okezone)
A
A
A
Pembangunan kawasan Bouwplan II dimulai pada 1922 melalui keputusan dewan kota. Pembangunan kawasan dipimpin oleh arsitek Belanda Karsten. 

Saat itu kawasan sekitar Balai Kota Malang masih merupakan taman dan kawasan hutan, dengan pemandangan indah lembah Sungai Brantas dan kawasan Bundaran Tugu, yang merupakan alun-alun kecil.

"Saat bouwplan dua berjalan, ketika didirikan balai kota, sebelahnya balai kota memang taman, kirinya balai kota itu taman  tapi belum ada jembatan. Di situ ada lembah Sungai Brantas yang banyak pepohonan. Pemandangannya indah," kata pria yang juga merupakan Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kota Malang.

Dari sanalah muncul ide untuk membuat sebuah bangunan penginapan untuk tempat peristirahatan dan digunakan pada 1928. Tempat ini digunakan untuk menginap para petinggi dan orang Belanda, yang berkunjung ke Malang kala itu.
Terlebih jarak dengan Stasiun Malang cukup dekat, sehingga lokasi tersebut dianggap cocok dijadikan tempat penginapan.

Wisma Tumapel(Foto: Instagram/@rohiyahamida)

"Di situ muncul ide membuat penginapan yang dikenal dengan Wisma Tumapel, dulu namanya Splendid Inn namanya dari situ, Splendid Inn namanya dari hotel itu ya di Wisma Tumapel. Bangunannya ya yang sekarang jadi Wisma Tumapel itu," terangnya.

Menurut dia, Splendid Inn dahulu merupakan hotel termewah dan termegah di masanya. Pemandangannya cukup indah di mana menghadap ke Sungai Brantas, dengan di sekitarnya terdapat pepohonan dan taman-taman. Sementara ke area depannya tampak bundaran alun - alun kecil yang kini menjadi Bundaran Tugu terlihat.

"Ketika dibangun Splendid Inn diharapkan orang yang turun di stasiun kota baru nginapnya tidak jauh, karena belum ada penginapan, awal penginapan di situ di Malang, khususnya di wilayah Temanggungan dan Rampal," jelasnya.

Seiring berjalannya waktu Jepang yang datang menduduki Indonesia, mengusir Belanda yang tengah menduduki Indonesia. Beberapa bangunan peninggalan Belanda diambil alih oleh Jepang, termasuk kompleks bangunan di kawasan Kota Malang.

 

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement