Keduanya sama-sama memindahkan tulang-belulang orang yang sudah meninggal. Bedanya, upacara Mangokal Holi dilakukan oleh sekelompok marga untuk mendirikan makam batu yang biasanya berbentuk monumen sebagai penanda asal muasal leluhur mereka.
Upacara ini diisi dengan pemotongan hewan ternak seperti kerbau untuk menjamu tamu. Selain itu, dalam pelaksanaan upacara ini pun dibutuhkan hewan yang akan dikurbankan.
Tak jarang masyarakat menggunakan kuda sebagai hewan yang dikurbankan. Tak hanya hewan, kain ulos juga diperlukan sebagai harapan agar berkah selalu mengiringi keturunan orang yang meninggal tersebut.
Pada upacara ini, warga akan melakukan penyembelihan hewan kurban seperti kerbau dan kuda sebagai persembahan. Masyarakat Sumba meyakini roh nenek moyang mereka ikut menghadiri upacara yang mereka selenggarakan.
(Siska Maria Eviline)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.