Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kongo Jadi Negara Pertama yang Laporkan Kasus Mpox, Anak-Anak Berisiko Tinggi!

Kesya Fatharani Shafa , Jurnalis-Selasa, 27 Agustus 2024 |02:00 WIB
Kongo Jadi Negara Pertama yang Laporkan Kasus Mpox, Anak-Anak Berisiko Tinggi!
Mpox mewabah di Republik Demokrasi Kongo. (Foto: Freepik.com)
A
A
A

Clade Ib telah menyebar ke Uganda, Kenya, Rwanda, dan Burundi, serta dibawa oleh pelancong ke Swedia dan Thailand. Salim Abdool Karim, epidemiolog dari Afrika Selatan, memperkirakan bahwa clade Ib akan muncul di berbagai negara di seluruh dunia dan mengatakan bahwa penyebaran lebih lanjut tidak dapat dihindari.

Wabah ketiga dimulai di Nigeria, di mana clade II menular dari hewan ke manusia. Penularan ini, yang melibatkan kontak seksual, baru dikenali pada 2017. Varian clade IIb dari wabah ini masih aktif di Nigeria dan memicu epidemi global Mpox yang dimulai pada Mei 2022. Penyakit ini menyerang pria gay dan jaringan seksual mereka, sekitar 100 ribu orang di lebih dari 100 negara.

Epidemi ini menunjukkan kompleksitas penyebaran Mpox dan tantangan dalam mengendalikan wabah di berbagai wilayah. Penyebaran yang luas menegaskan pentingnya pemantauan dan respon global terhadap wabah penyakit menular.

Kasus dalam wabah global ini menurun tajam setelah beberapa bulan, kemungkinan karena vaksinasi pada kelompok berisiko tinggi, kekebalan pada mereka yang terinfeksi, dan perubahan perilaku seksual selama puncak wabah. Meskipun penurunan ini terlihat, epidemi belum sepenuhnya berakhir.

"Pada Juni tercatat 100 kasus di Eropa dan 175 kasus di Amerika. Di Afrika Selatan, terdapat 24 kasus tahun ini, termasuk tiga kematian, semuanya pada pria yang berhubungan seks dengan pria,” kita Abdool Karim.

(Leonardus Selwyn)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement