Populasi yang menyusut akibat dari penuaan dan penurunan angka kelahiran, menjadi krisis bagi Jepang. Salah satu negara dengan ekonomi terbesar di dunia itu, terus berupaya mengatasi tantangan tersebut namun belum membuahkan hasil.
Peningkatan pengeluaran untuk program terkait anak dan subsidi yang ditujukan kepada pasangan muda atau orangtua tampaknya tidak meningkatkan angka kelahiran. Para ahli mengatakan alasannya kompleks, mulai dari angka pernikahan yang lebih rendah dan lebih banyak perempuan yang memasuki dunia kerja, hingga meningkatnya biaya membesarkan anak.
"Jepang sedang berada di ambang ketidakpastian apakah kita dapat terus berfungsi sebagai suatu masyarakat," kata Perdana Menteri Fumio Kishida tahun lalu, seraya menambahkan bahwa ini adalah masalah "sekarang atau tidak sama sekali".
(Kemas Irawan Nurrachman)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.