“Kondisi ini bisa meningkatkan kekeringan permukaan mata yang seiring waktu berpotensi memulai siklus dry eye,” jelas dr. Manda dalam acara webinar JEC Eye Talks bertajuk ‘Peringatan Bulan Kesadaran Mata Kering’, baru-baru ini.
Kondisi dry eye sendiri harus segera ditangani karena bila dibiarkan dapat mengakibatkan peradangan atau infeksi pada konjungtiva, peradangan pada kornea, ulkus kornea atau luka terbuka pada kornea.
“Dampak lanjutan mata kering yang belum tertangani, tak jarang berupa pandangan kabur yang membuat anak kesulitan membaca. Mengantisipasi itu, pemeriksaan mata secara dini dan berkala menjadi solusi untuk mencegah dampak mata kering pada anak,” jelasnya lagi.
Dokter Manda menambahkan, meski tidak ada perbedaan mata kering berdasarkan usia, tetapi proses anamnesis pada pasien anak nyatanya lebih sulit ketimbang pasien dewasa.
“Anak seringkali belum bisa mendeskripsikan keluhan yang dirasakan secara verbal. Ini yang menjadi tantangan,” tegas dr. Manda