Beberapa kondisi tersebut dapat membuat warna muntah yang dikeluarkan berbeda-beda. Berikut adalah penjelasannya:
-Bening
Pada umumnya, seseorang yang muntah akan mengeluarkan makanan-makanan yang telah dicerna. Namun, setelah beberapa kali, muntah akan berubah menjadi bening atau hanya berisi air.
Beberapa kondisi medis yang umumnya ditandai dengan muntah berwarna bening adalah:
-Morning sickness
Cedera otak
Sindrom muntah siklik
Keracunan makanan
Migrain
Penyakit asam lambung (GERD)
Hijau atau kuning
Muntah berwarna hijau atau kuning dapat menjadi tanda keluarnya cairan empedu. Kondisi ini umumnya terjadi pada penderita usus tersumbat atau keracunan makanan.
-Oranye
Muntah berwarna oranye dapat disebabkan muntah berisi makanan yang baru sebagian dicerna. Muntah jenis ini bisa terjadi akibat kondisi medis berikut:
Keracunan makanan
Gastroenteritis
Flu
Morning sickness
Migrain
Radang usus buntu
Mabuk perjalanan
Efek kemoterapi
Radang usus buntu
Infeksi telinga bagian dalam
Muntah disertai darah
Muntah darah dikenal sebagai hematemesis. Muntah bisa disertai bercak darah berwarna merah muda, atau berwarna cokelat kehitaman seperti kopi.
-Muntah yang mengandung darah berwarna merah cerah biasanya terjadi akibat:
Luka di gusi atau tenggorokan
Gagal hati (sirosis hati)
Sindrom Mallory-Weiss
Varises esofagus
Tukak lambung
Intoleransi laktosa
Gangguan pembekuan darah
Amiloidosis
Sementara muntah dengan darah yang berwarna merah pekat atau cenderung cokelat seperti bubuk kopi terjadi karena bercampur dengan asam lambung. Muntah jenis ini bisa disebabkan oleh:
Tukak lambung
Tukak duodenum
Kanker lambung
Keracunan obat aspirin atau obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS)
Infeksi jamur phaeohyphomycosis
(Rina Anggraeni)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.