Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mengenal Gejala Kanker Pankreas, Jenis Kanker yang Mematikan dan Sulit Diobati

Ayu Utami Anggraeni , Jurnalis-Selasa, 06 Agustus 2024 |21:00 WIB
Mengenal Gejala Kanker Pankreas, Jenis Kanker yang Mematikan dan Sulit Diobati
Mengenal gejala kanker pankreas. (Foto: Freepik.com)
A
A
A

KANKER pankreas atau kanker saluran empedu merupakan salah satu jenis kanker yang paling mematikan. Menurut Dokter Spesialis Bedah Digestif RS MRCCC Siloam Semanggi, Dr. dr. Wifanto Saditya Jeo, Sp.B-KBD, gejala kanker pankreas sulit dideteksi. Sehingga sering kali ditemukan penderita kanker pankreas ini sudah pada tahap lanjut, dan sulit diobati.

"Kanker pankreas ini gejalanya tidak spesifik dan sulit dideteksi atau tidak terlihat pada tahap awal," kata dr. Wifanto Saditya Jeo, Sp.B-KBD.

Gejala Kanker Pankreas

Adapun gejala kanker pankreas meliput nyeri perut, penurunan berat badan, gangguan pencernaan, dan kulit menjadi kuning. Namun gejala tersebut banyak ditemukan pada pasien yang sudah memasuki tahap lanjutan.

Pankreas

Untuk mengatasi masalah tersebut kini tersedia sebuah prosedur bedah yang kompleks dan dapat menjadi pilihan untuk menangani kanker pankreas atau kanker saluran empedu yaitu Whipple surgery.

Whipple adalah prosedur bedah yang bertujuan untuk mengangkat tumor yang berlokasi di kepala pankreas. Prosedur ini juga dapat dilakukan untuk mengatasi kondisi lain yang melibatkan kepala pankreas, seperti kista pankreas, tumor neuroendokrin, atau tumor di daerah saluran empedu.

Dalam prosedur ini, dokter spesialis bedah akan mengangkat bagian dari pankreas, bagian pertama usus kecil (duodenum), sebagian saluran empedu, dan kantong empedu. Pada beberapa kasus, sebagian dari lambung atau tubuh pankreas juga dapat diangkat.

Dikarenakan prosedur whipple ini sangat kompleks maka diperlukan tim bedah terampil serta fasilitas medis yang memadai. Rata-rata untuk operasi ini, memerlukan waktu 6-8 jam.

Risiko dan Komplikasi setelah Whipple Surgery

Whipple surgery tidak terlepas dari risiko dan komplikasi. Risiko yang mungkin timbul setelah operasi termasuk perdarahan, infeksi, gangguan pencernaan, diabetes, kebocoran pada sambungan usus atau saluran empedu, serta penurunan berat badan yang signifikan.

Hal ini menjadikan pasien kanker pankreas yang telah menjalani operasi tetap akan dipantau secara khusus dan berkala untuk memastikan tidak adanya risiko dan komplikasi yang diakibatkan pasca-operasi dilakukan.

(Leonardus Selwyn)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement