Bahkan pada 2019, salah satu rancangan BySherlyta di-showcase pada pembukaan gedung Design Orchard Singapore dan pada 2022 BySherlyta mendapatkan kesempatan untuk men-support baju dalam salah satu episode Indonesia Next Top Model cycle 2.
Belum lama ini, BySherlyta mempersembahkan “Roemah Noesantara: Lombok” bersama Cita Tenun Indonesia pada acara Jakarta Fashion Festival (JF3) di LaPiazza Fashion Tent, Summarecon Mall Kelapa Gading (26/7). BySherlyta meluncurkan koleksi sentuhan kain tradisional dari berbagai daerah di Indonesia.
Inspirasi tersebut berasal dari sebuah seri boneka Barbie yang bertema “Around the World” yang menghadirkan boneka edisi Indonesia dari Sumatera pada 2007. BySherlyta bergerak untuk menciptakan koleksi layaknya “rumah boneka” versi BySherlyta melalui hasil kekayaan budaya wastra Indonesia dengan berbagai mode.
Dengan menampilkan menampilkan koleksi ready to wear yang memiliki campuran elemen tradisional dan modern. Sentuhan kain tradisional Sabuk Anteng asal Lombok ini memiliki ciri khas dengan garis warna-warni yang dipadukan dengan silhouette feminim dan aksen detail lainnya seperti pita, manik dan kain percak.
Setiap potongan dalam koleksi ini mencerminkan komitmen BySherlyta untuk melestarikan dan mempromosikan warisan Indonesia dengan sentuhan yang modern.
Menurut Sherlyta, ada beberapa hal yang ia lakukan dan menjadi kunci suksesnya saat memulai bisnis di industri fesyen. Terpenting adalah cermat dalam memilih supplier. Supplier yang dipilih harus bisa diandalkan untuk memastikan jika dirinya bisa mendapatkan bahan berkualitas tinggi.