KANTOR maskapai penerbangan Turkish Airlines di Iran ditutup paksa oleh polisi setempat usai karyawan wanitanya menolak mengenakan hijab. Tindakan pegawai tersebut dinilai menentang hukum yang berlaku di negara tersebut.
Melansir ABC News, insiden penutupan ini terjadi di kantor Turkish Airlines di Teheran, ibu kota Iran. Kepolisian mendatangi kantor tersebut pada Senin, 8 Juli 2024 lalu untuk memberikan peringatan pertama menyangkut ketidakpatuhan terhadap jilbab oleh anggota karyawan kantor tersebut, demikian lapor kantor berita Tasnim.
Polisi terpaksa menutup kantor maskapai tersebut lantaran para karyawan yang merupakan warga Iran disebut menimbulkan masalah bagi pihak berwajib.
Awalnya, hanya bertujuan untuk memberi peringatan, tetapi polisi memutuskan untuk menutup kantor itu sementara karena perilaku para pegawainya.
Kantor maskapai penerbangan yang berasal dari Turki itu baru diperbolehkan dibuka dua hari kemudian atau tepatnya Rabu. Namun, hal itu belum terkonfirmasi resmi oleh kepolisian setempat.
Polisi akan tetap menutup paksa atau menghentikan operasional bisnis apapun jika kedapatan tidak mematuhi aturan penggunaan hijab. Sebelum melakukan penutupan, teguran secara tegas akan tetap dilayangkan secara prosedural.